Kasus Perampokan Berdarah: 12 Saksi Diperiksa, Penyelidikan Mengerucut

Kamis, 2 Juni 2016 | 15:48 WIB
Seorang petugas keamanan di RSUD dr R Soetrasno Rembang mengecek ruangan tempat perawatan saksi korban sekaligus saksi kunci kasus perampokan dan pembunuhan terhadap Sarno, pedagang emas, di kediamannya di Desa Maguan Kecamatan Kaliori, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

Seorang petugas keamanan di RSUD dr R Soetrasno Rembang mengecek ruangan tempat perawatan saksi korban sekaligus saksi kunci kasus perampokan dan pembunuhan terhadap Sarno, pedagang emas, di kediamannya di Desa Maguan Kecamatan Kaliori, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Kepolisian Resor Rembang sudah memeriksa 12 orang saksi sementara ini guna proses pengungkapan kasus perampokan dan pembunuhan terhadap pedagang emas, Sarno (54), di kediamannya, Dukuh Kauman Desa Maguan Kecamatan Kaliori.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto melalui Kasatreskrim Eko Adi Pramono didampingi Kaur Bin Ops Satreskrim Iptu Martoyo menyebutkan, 12 saksi yang diperiksa itu sudah termasuk saksi korban sekaligus saksi kunci yang juga istri Sarno, Damisih (50).

Sementara para saksi lainnya yang telah diperiksa, masing-masing empat dari keluarga korban meliputi anak dan menantu, kemudian dari tetangga dan orang dekat korban totalnya sekitar tujuh orang.

“Dari pemeriksaan terhadap para saksi, kini penyelidikan sedang menuju ruang sempit (mengerucut, red.). Doakan kami segera bisa mengungkap kasus pencurian dengan disertai kekerasan yang terjadi di Maguan-Kaliori itu, baik tentang siapa pelaku maupun apa motifnya,” terangnya.

Selain mengerucutkan penyelidikan, dari pemeriksaan terhadap para saksi, mulai bisa dipetakan nilai uang dan perhiasan emas (barang dagangan, red.) yang dirampok oleh pelaku, yakni mencapai Rp500 juta lebih.

Polisi optimistis bisa cepat mengungkap kasus perampokan dan pembunuhan keji tersebut dengan dukungan dan informasi dari segenap lapisan masyarakat kepada pihaknya, sekecil apapun.

“Untuk kepentingan penyelidikan, kami masih memasang garis batas polisi di lokasi kejadian (rumah Sarno, red.). Kami mungkin masih perlu datang lagi ke TKP terkait penyelidikan,” tegasnya.

Sarno ditemukan dalam kondisi mengenaskan di lantai keramik kamar bagian belakang rumahnya dengan luka robek pada kepala bagian belakang, telanjang dada, tangan dan kaki terikat, serta mulut ditutup dengan lakban.

Sementara Damisih, istrinya, ditemukan dalam kondisi hampir sama dengan suaminya di atas kasur kamar setempat, tetapi selamat. Kejadian pada Minggu (29/5/2016) silam itu menggemparkan warga setempat.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan