PWI Rembang Gelar Aksi Peduli Pulau Gede

Senin, 30 Agustus 2021 | 15:38 WIB

Para wartawan anggota PWI Rembang saat menanam pohon di Pulau Gede, pada Sabtu (28/8/2021) sore. (Foto: mataairradio.com)

 

KALIORI, mataairradio.com – Pihak Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Rembang menggelar aksi peduli Pulau Gede, pada Sabu-Ahad (28-29/8/2021). Aksi tersebut berupa kegiatan penanaman pohon, sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan Pulau Gede yang semakin tergerus oleh ombak.

Ketua PWI Rembang, Musyafa mengungkapkan, pohon yang pihaknya tanam ada sekitar puluhan pohon dan beragam jenisnya. Diantaranya seperti, cemara laut dan ketapang kencana.

Menurutnya, jenis tanaman tersebut yang paling cocok untuk ditanam di Kawasan Pulau Gede. Ia juga mengungkapkan, salah satu kendala dalam aksi penghijauan di Pulau Gede adalah hama tikus, sebab bibit pohon yang usai ditanam malamnya langsung diserbu oleh kawanan tikus liar.

“Entah dari mana tikus-tikus itu, tapi memang banyak bermunculan pada malam hari. Ada beberapa tanaman lain, yang usai ditanam, malamnya langsung dirusak kawanan tikus. Dimakan batang dan daunnya,” terangnya.

Salah satu pengelola Wisata Pantai Pasir Putih, Heri Prasetyo mengatakan, keberlangsungan Pulau Gede kian terancam oleh abrasi ombak laut. Luasnya kini terus berkurang, dahulu enam hektare, sekarang tinggal setengah hektare.

Atas kondisi itu, Heri mengusulkan, supaya Pulau Gede ditetapkan sebagai kawasan konservasi, karena di sekelilingnya terdapat banyak gugusan karang, tempat perkembangbiakan berbagai jenis ikan.

“Dengan ditetapkan sebagai kawasan konservasi, pemerintah akan lebih serius memperhatikan. Salah satunya membangun pemecah gelombang, untuk melindungi pulau. Dulu luas daratannya enam hektar, tapi belakangan tinggal 0,5 hektar,” tegasnya.

“Kalau terus dihantam abrasi, khawatir lima tahun lagi Pulau Gede akan tenggelam. Kondisi sudah parah soalnya. Terumbu karang di sini masih bagus, tapi karena abrasi akhirnya terumbu karang banyak yang mati,” imbuh Heri.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan