Tinggal 10 Persen Calon Haji Belum Lunasi BPIH

Kamis, 2 Juni 2016 | 15:54 WIB
Pembinaan bagi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) tahun 2016 pada Kantor Kemenag Rembang, Jumat (20/5/2016) pagi. (Foto: Wahyu Salvana)

Pembinaan bagi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) tahun 2016 pada Kantor Kemenag Rembang, Jumat (20/5/2016) pagi. (Foto: Wahyu Salvana)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang menyatakan tinggal sekitar 10 persen calon haji kabupaten ini belum melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) pada tahap pertama yang tenggat waktunya berakhir 10 Juni mendatang.

Menurut catatan pihak Kantor Kemenag Rembang berdasarkan sistem informasi haji terpadu (Siskohat), jumlah calon haji asal kabupaten ini yang menulasi BPIH baru 718 orang, sedangkan kuota haji tahun 2016, 803 orang.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah pada Kantor Kemenag Rembang Shalehuddin menyatakan memantau dari waktu ke waktu calon haji yang melunasi BPIH melalui siskohat, guna kepentingan langkah berikutnya, antara lain pengurusan visa.

“Ini kita juga sedang memberikan kesempatan kepada 24 orang calon haji yang masuk cadangan untuk membayar BPIH pada tahap pertama. Nanti yang cadangan itu kita laporkan ke Pusat (Kemenag, red.), apakah bisa masuk atau tidak,” katanya.

Menurutnya, terhadap para calon haji yang masuk cadangan dan melakukan pelunasan BPIH, tidak bisa serta merta berangkat pada tahun ini dan wajib menerima keputusan, apabila pada akhirnya batal berangkat.

“Sembari mengecek siskohat terkait calon haji yang melakukan pelunasan dan memberi kesempatan pelunasan calon haji yang masuk cadangan, kami juga sedang memilah nama-nama calon haji yang hampir pasti batal berangkat karena meninggal dunia,” tegasnya.

Pemerintah melalui Kementerian Agama melayangkan surat edaran kepada Kantor Kemenag Rembang bahwa BPIH 2016 sebesar Rp34,84 juta. Ini terbilang menurun dibandingkan pada tahun lalu.

“(BPIH) Menurun karena harga minyak dunia turun, sehingga biaya pesawat jadi turun. Penyebab lain selain penurunan harga minyak, kami kurang jelas,” tandasnya.

Shalehuddin menambahkan, ada beberapa hal yang berbeda dalam penyelenggaraan ibadah haji pada tahun ini, antara lain menyangkut katering bagi calon haji, nanti di Arab Saudi.

“Yang baru adalah ketentuan soal katering. Kalau tahun lalu, katering itu hanya 12 kali. Tahun ini jadi 24 kali. Tujuannya agar jemaah tidak membawa peralatan masak yang bisa memicu kebakaran di maktab,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan