Tahun Ini, Pendamping SLPTT Dibayar Rp500.000 Semusim

Senin, 7 Mei 2012 | 09:25 WIB


KOTA – Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Kabupaten Rembang menyebutkan pelaksanaan sekolah lapang dan pengelolaan tanaman terpadu (SLPTT) tahun ini berbeda dengan 2011, utamanya soal tenaga pendamping.

“SLPTT tahun ini tetap ada. Hanya, bedanya dengan tahun lalu adalah pada insentif. Tahun lalu pendamping tidak dibayar, sedangkan tahun ini ada insentif sebesar Rp500.000 per pendamping dalam satu musim,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang, Mulyono, Senin (7/5).

Ia menyebutkan, setiap tenaga pendamping bakal mendampingi masing-masing satu kelompok tani dengan luasan 25 hektare untuk tanaman padi, 10 hektare untuk tanaman kedelai, dan 15 hektare untuk tanaman jagung.

Pada 2012, sekolah lapang dan pengelolaan tanaman terpadu (SLPTT) di Kabupaten Rembang akan dilakukan pada 220 kelompok petani padi atau pada lahan seluas 5.500 hektare, 200 kelompok petani kedelai atau pada lahan seluas 2.000 hektare, dan 70 kelompok petani jagung atau pada lahan seluas 1.050 hektare.

Sementara pada tahun lalu, SLPTT dilakukan pada 250 kelompok petani padi, 75 kelompok petani jagung, dan 200 kelompok petani kedelai.

“Dengan 12 kali pertemuan antara pendamping dengan kelompok tani sasaran, kami berharap akan ada hasil optimal sebagaimana pada 2011 lalu,” tandas dia.

Mulyono menjelaskan, melalui sekolah lapang dan pengelolaan tanaman terpadu tersebut, petani akan diajarkan tentang pengelolaan lahan yang efektif, pemilihan bibit unggul, dan teknik pemupukan yang aman dan efetif.

“Setiap kelompok tani yang masuk dalam SLPTT itu akan menjadi pelopor pengembali pertanian organik di wilayahnya. Setiap kelompok ini akan mengembangkan pola bertani organik pada masing-masing lahannya,” katanya.

Ia menambahkan bahwa untuk mendampingi para petani mengembangkan pertanian secara organik, pihaknya mengerahkan sebanyak 490 petugas di jajarannya. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan