Usai Mantu, Hasil Buwoh Digondol Maling

Sabtu, 16 Juni 2012 | 11:13 WIB


SULANG – Uang tunai lebih dari Rp10 juta, perhiasan, dan lima slop rokok hasil dari menggelar hajatan mantu pada Sabtu (9/6), di rumah Jayati-Sarbini, warga Dusun Dukuh RT 2 RW 1 Desa Kunir Kecamatan Sulang , raib digondol maling, Rabu (13/6) dini hari.

Menurut keterangan Jayati (62), Rabu (13/6) pagi lalu, peristiwa bermula ketika dirinya yang baru saja selesai salat isya melepas begitu saja baju hingga tinggal mengenakan kaos dan bawahan, dan kemudian tidur pada sekitar pukul 22.00 WIB.

Padahal, di saku bajunya, ia menaruh kunci lemari kamar tempat menaruh uang, perhiasan, dan 25 slop rokok berbagai merek. “Begitu selesai melepas pakaian dan menggeletakkan begitu saja di lantai, tak lama kemudian saya tidur,” terang Jayati saat ditemui suararembang di kediamannya.

Jayati yang menikahkan anak kelimanya Taryadi (24) dengan Siti Kurnia Febriana (17) pada Sabtu (9/6), baru bangun begitu mendengar azan subuh.

“Saat bangun, saya melihat pintu belakang terbuka. Sementara baju saya berpindah tempat. Spontan saya menengok kamar. Pintu lemari terbuka dan isinya amblas,” ungkapnya.

Buru-buru ia membangunkan suaminya, Sarbini. Begitu keduanya keluar rumah, di dekat semak-semak selatan rumah, mereka menemukan 20 slop rokok jenis Sukun.

“Namun lima slop rokok jenis Jarum, uang tunai Rp10,4 juta, dan cincin ‘tumplak punjen’ amblas,” tegas Jayati.

Menurut dia, uang tunai tersebut sedianya akan digunakan untuk membayar utang. “Terpaksa ditunda membayar utangnya karena uangnya hilang. Utangnya kepada anak yang tua,” terang dia.

Ia mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelum kejadian itu. Ia juga merasa tidak seperti kena sirep. “Waktu itu tidurnya ya enak saja gitu,” katanya.

Pihak keluarga, kata dia, pun tidak mengambil langkah melapor ke polisi. “Kami nggak lapor ke polisi. Kami minta bantuan ke orang pintar,” tandasnya. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan