Rusmanto Pamitan, Motor Tak Diserahkan

Senin, 7 Mei 2012 | 09:59 WIB


KOTA – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabongan Lor, Kecamatan Kota Rembang mengungkapkan Kepala Desa setempat Rusmanto telah menyerahkan stempel desa dan berpamitan seiring pemberhentiannya per 1 Mei 2012 lantaran statusnya sebagai tersangka tindak pidana korupsi.

“Kades Rusmanto telah berpamitan kepada perangkat desa lainnya dan menyerahkan stempel desa, Senin (7/5) pagi. Dia juga memohon fasilitas sepeda motor tak ditarik dulu karena masih digunakan,” terang Ketua BPD Kabongan Lor, Sutrisno, Senin (7/5).

Sutrisno menyebutkan, setelah Rusmanto berpamitan, tugas pelayanan masyarakat sementara ditangani Sekretaris Desa setempat. “Untuk permintaan penangguhan penarikan kendaraan dinas kades, kami memberikan kelonggaran beberapa hari,” ujar dia.

Ia menyebutkan, selain sepeda motor, BPKB, dan STNK serta rekening desa juga masih dibawa. “Kami berharap sebelum ada pergantian kades, fasilitas dan barang-barang desa harus segera dikembalikan karena sudah bukan haknya,” kata Sutrisno menegaskan.

Rusmanto ditetapkan menjadi tersangka oleh jajaran kepolisan, karena diduga melakukan penyimpangan dana bantuan Rp100 juta dari Departemen Kelautan dan Perikanan untuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) Maju Mandiri Desa Kabongan Lor.

Selain Rusmanto, Ketua KUB Maju Mandiri, Marjuki dan Bendahara, Sanadi juga terseret menjadi tersangka.

Kepala Desa Kabongan Lor, Rusmanto akhirnya diberhentikan dari jabatannya, sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Nomor 141.1/406/2012 tertanggal 1 Mei 2012. Pemberhentian sementara Rusmanto karena telah ditetapkan menjadi tersangka dugaan kasus korupsi.

Surat yang ditandatangani oleh Sekda Rembang, Hamzah fatoni itu juga menyebutkan, sesuai dengan ketentuan Pasal 40 Ayat 3 Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pemilihan, Pencalonan, Pengangkatan, Pelantikan, dan Pemerintahan Kepala desa, Pemkab berhak memberhentikan sementara Kades.

Atas turunnya SK Bupati tersebut, Sutrisno mengaku pihaknya segera menggelar musyawarah desa untuk membahas proses penggantian Rusmanto.

“Undangan hari ini (Senin (7/5), red.) telah kami sebar ke Muspika hingga ke tingkat RT. Adapun musyawarah kami laksanakan besok malam (Selasa, red.),” kata dia.

Mengenai proses teknisnya, apakah nanti Rusmanto hanya akan digantikan selama tiga bulan sebagaimana isi SK Bupati atau digantikan selamanya, Sutrisno mengaku keputusan itu bakal diserahkan pada hasil musyawarah.

“Untuk urusan diganti selama tiga bulan sesuai dengan SK atau langsung digelar pemilihan kades langsung alias diganti selamanya, kami serahkan pada forum nanti,” tandas dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan