Suyono Direkomendasikan Dipertahankan

Sabtu, 14 Juli 2012 | 08:15 WIB
Suyono “Terong” (paling kiri) direkomendasikan untuk dipertahankan pada musim depan. (Foto: Puji)

KOTA – Kiprah pemain PSIR Rembang, Suyono “Terong” cukup fantastis musim lalu. Sebab, meski posisi sejatinya adalah gelandang bertahan, tetapi sepanjang musim 2011-2012, posisi gelandang serang yang diamanatkan kepadanya mampu diemban baik.

Menurut Pelatih PSIR, Haryanto, Sabtu (13/7), pemain yang bergabung dengan PSIR Rembang sejak 2004 dan tidak pernah ke klub lain itu, memang bisa ditempatkan di dua posisi.

“Terong memiliki ‘sprint’ bagus, oleh karena itu musim ini dia kami coba untuk menempati posisi baru, dari gelandang bertahan ke gelandang serang. Dan ternyata dia pun menjawab dengan mengoleksi 2 gol musim ini, hasil evaluasi kami musim ini permainannya cukup stabil dan konsisten di lapangan,” katanya.

Hingga akhir musim berakhir, kata Haryanto, Suyono telah menyatu dengan trio striker PSIR Rembang Christian Lenglolo, Effendi “bendot”, dan Ranu Tri Sasongko. Bahkan perpaduan mereka itu mampu memberikan warna baru dalam gaya permainan yang diusung oleh tim yang bermarkas di stadion Krida Rembang itu.

“Gaya permainan cepat yang kami terapkan selama musim ini berjalan dengan baik, umpan-umpan lini tengah sangat fariatif. Hal ini muncul ketika kami menempatkan Suyono sebagai gelandang serang, dia sangat cepat berkomunikasi dan berpadu dengan para striker kami. Bahkan, mereka sudah terlihat sehati di lapangan, karena pergerakan antara striker dan pemain tengah sudah dapat dipahami antara pemain,”: jelasnya.

Atas konstribusi itu, pelatih yang kini bermukim di Desa Landoh Sulang itu mengaku tetap akan memberikan rekomendasi kepada pengelola untuk mempertahankan pemain yang kini berusia 32 tahun itu. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan