Pulang untuk Nyoblos, Mahasiswa Ini Tewas Kecelakaan

Selasa, 12 November 2013 | 17:22 WIB
Seorang remaja bernama Anggraini Pertiwi (24) tewas dan satu orang lainnya luka-luka akibat tabrakan di Jalur Rembang-Blora.

Seorang remaja bernama Anggraini Pertiwi (24) tewas dan satu orang lainnya luka-luka akibat tabrakan di Jalur Rembang-Blora.

SULANG, MataAirRadio.net – Seorang remaja tewas dan satu orang lainnya luka-luka akibat tabrakan di Jalur Rembang-Blora, tepatnya 500 meter sebelah selatan gudang tembakau Landoh Kecamatan Sulang pada Selasa (12/11) jam dua siang. Korban tercatat sebagai mahasiswa keperawatan di Blora.

Korban tewas bernama Anggraini Pertiwi (24), warga Desa Kabongan Kidul Kecamatan Rembang. Sedangkan yang luka-luka adalah Firda Natalia (24), warga Desa Kerep Kecamatan Sulang. Keduanya mengendarai sepeda motor Yamaha Vega ZR warna hitam, bernomor polisi K 3751 BM. Anggraini menyetir, sementara Firda membonceng.

Kecelakaan bermula ketika korban melaju beriringan di belakang dump-truk pengangkut tanah uruk, dari arah Blora menuju Rembang. Baik sepeda motor maupun truk, sama-sama melaju dengan kecepatan cukup tinggi.

Namun, sesampainya di lokasi kejadian, truk mengerem secara mendadak karena terdapat lubang jalan di depannya. Anggraini pun kaget dan berusaha mengerem pula. Tetapi sepeda motornya tak terkendali, sehingga menabrak bagian belakang kanan bak truk.

Keduanya terjatuh. Pada saat yang bersamaan meluncur truk pengangkut pasir bernomor polisi K 1369 JD dari arah utara. Lantaran jarak yang sudah terlalu dekat, truk itu menabrak Anggraini dan tewas. Kanitlaka Satlantas Polres Rembang Iptu Muhammad Ismail membenarkan, Anggraini meninggal dunia di lokasi kejadian. Truk pengangkut pasir dan kendaraan korban, kini diamankan di Makolantas.

Suriman, warga di lokasi kejadian menuturkan, kecelakaan terjadi tidak lama setelah gerimis reda atau sekitar jam dua siang. Menurutnya, sudah dua kali ini kecelakaan terjadi di wilayah Landoh, dan dipicu kondisi jalan yang rusak.

Khusus untuk kecelakaan yang menelan satu nyawa ini, dia menuding, dump truk pengangkut material tanah uruk perlu mendapat perhatian dari polisi. Pasalnya, mereka kerap kali melintas dengan kecepatan tinggi dan cenderung kebut-kebutan.

Diduga para sopir dump-truk keburu waktu, mengejar setoran. Suriman juga mengungkapkan, korban tewas mengalami luka berat di bagian kepala. Dia mengaku melepas kaosnya untuk segera menutupi bagian kepala korban yang luka sangat parah.

Sementara itu, Firda Natalia yang mendapat perawatan di Puskesmas Sulang, terluka pada tangan kirinya. Dia mengungkapkan, Anggraini pulang dari Blora agar bisa memberikan hak suara pada Pilkades Kabongan Kidul. Apalagi orang tua Anggraini juga sudah menelpon agar korban segera pulang. Firda tak menyangka sahabatnya pergi meninggalkan dia untuk selamanya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan