Rokok Bodong Masih Marak Beredar Di Perdesaan

Rabu, 20 Juni 2012 | 08:50 WIB
Razia rokok tak bercukai di kawasan pertokoan Pasar Rembang oleh petugas Satpol PP setempat, Rabu (20/6). (Foto: Puji)

REMBANG – Rokok tak bercukai masih ditemukan banyak beredar di pasaran, terutama di daerah perdesaan. Buktinya, aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Rembang menjaring ratusan bungkus rokok bodong dari sejumlah toko di daerah Sulang dan Krikilan-Sumber dalam sebuah razia, Rabu (20/6).

Awalnya, satu regu polisi pamong praja menyisir pertokoan di kawasan Pasar Kota Rembang hingga masuk ke dalam pasar. Namun, diduga sempat bocor, petugas tak menemukan sebungkus pun rokok tanpa cukai di kawasan itu.

Sebenarnya, petugas sempat menemukan tiga kemasan dalam slop rokok yang diduga tak bercukai di sebuah toko di pojok luar utara Pasar Kota Rembang. Namun, dalam kemasan itu tak ditemui isinya.

Petugas lantas bergerak menuju Pasar Sulang dan dilanjutkan ke Pasar Krikilan. Dari kedua tempat tersebut, petugas menemukan dan menyita ratusan bungkus rokok berbagai merek.

Petugas antara lain menyita sebanyak satu bungkus rokok merek Sukun 2000, 38 bungkus rokok merek Sumber Alam, 98 bungkus rokok merek RD, dan 106 bungkus rokok merek Topi Miring.

Selain itu, petugas juga menyita sebanyak satu bungkus rokok merek Bambu, masing-masing tiga bungkus rokok merek Rajaa dan merek Gurih Spesial serta 78 bungkus rokok merek Shin Su’i.

“Ratusan rokok tersebut kami sita dan amankan. Jika di perkotaan rokok tak bercukai nyaris tak beredar, namun di perdesaan masih banyak ditemukan,” ungkap Kepala Seksi Penegakan Perda (Gakda) pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Rembang, Sudarno.

Karena itu, lanjut dia, pihaknya akan mengintensifkan penyisiran di setiap kecamatan di kabupaten itu untuk memberantas peredaran rokok tak bercukai. “14 kecamatan akan kami sisir semua. Ini baru kegiatan pertama,” terang dia.

Pihaknya berharap para pedagang di pasar-pasar secara tegas menolak mengedarkan rokok-rokok yang diketahui tak bercukai. “Sebagaimana gencar dalam sosialiasi, rokok tak bercukai merugikan negara,” tegasnya. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan