SPBU Belum Terima Edaran Gerakan 2 Desember

Monday, 26 November 2012 | 13:49 WIB


REMBANG – MataAirRadio.net, Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Rembang mengaku belum mendapatkan edaran resmi dari Pertamina seiring rencana Gerakan Sehari Tanpa BBM Bersubsidi yang diluncurkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) pada 2 Desember mendatang.

Supervisor SPBU 4459215 Tireman Rembang, Muhammad Syafik kepada reporter MataAir Radio, Senin (26/11) mengatakan, pihaknya siap taat dengan keputusan dari Pertamina selagi ada edaran resmi.

Menurutnya, jika pun SPBU dilarang menjual solar dan bensin bersubsidi selama 12 jam sejak pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB, belum akan menimbulkan gangguan berarti. Pembeli masih bisa membeli bensin atau solar secara eceran di sejumlah kios BBM.

Ia menegaskan tak bisa menolak kebijakan yang diklaim BPH Migas bakal menghemat anggaran hingga Rp600 miliar itu, karena SPBU memang ada di bawah kendali Pertamina.

Dengarkan rekaman disini.

Sebagaimana pemberitaan yang menghiasi hampir semua media di negeri ini, pada 2 Desember mendatang, seluruh SPBU di Pulau Jawa dan Bali serta sejumlah kota besar di Indonesia tidak akan menjual BBM Subsidi selama 12 jam.

Konon kebijakan itu demi mengendalikan laju over distribusi bahan bakar minyak bersubsidi. Dan dari Gerakan Sehari Tanpa BBM Bersubsidi itu, negara bisa menghemat bahan bakar minyak hingga sekitar 120.000 kiloliter.

Sebelumnya, Assistant Manager External Relation Pertamina Pemasaran Jateng-DIY, Heppy Wulansari kepada reporter MataAir Radio mengakui, realisasi pemasaran bensin dan solar untuk wilayah Jateng-DIY, saat ini sudah over antara dua hingga tiga persen.

Akibat over itu, Pertamina, kata Heppy, untuk sementara ini hanya memenuhi kiriman sebagaimana omzet penjualan rata-rata di SPBU setempat. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan