Liburan, Pelajar Diimbau Plesir Lokal

Rabu, 20 Juni 2012 | 07:42 WIB
Regol Museum Kartini Rembang. (Foto: Puji)

KOTA – Musim liburan segera tiba. Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) Kabupaten Rembang mengimbau kepada para pelajar untuk menghabiskan waktu liburan alias plesir di objek wisata lokal, karena banyaknya objek wisata lokal yang layak untuk dikunjungi.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinbudparpora Kabupaten Rembang, Murni Nur Rif’ah kepada suararembang, Rabu (20/6) mengatakan, saat ini banyak objek wisata di Rembang yang layak dikunjungi selama musim liburan sekolah.

“Salah satu yang menjadi andalan kami adalah paket wisata Kartini. Kami menawarkan kunjungan wisata ke Museum Kartini, Pantai Kartini, dan Makam Kartini dalam satu paket. Objek wisata tersebut cocok bagi para pelajar tanpa meninggalkan kesan pembelajaran selama liburan,” terang Murni.

Ia mengemukakan, selain objek wisata yang dikemas dalam paket wisata Kartini tersebut, pihaknya juga mengimbau siswa untuk mengunjungi objek wisata lainnya seperti situs perahu kuno di Punjulharjo, Kecamatan Kota Rembang.

“Dengan mengunjungi objek-objek wisata tersebut, siswa bisa berkunjung sambil meningkatkan daya pengetahuannya selama mengisi liburan,” tandas dia.

Selain objek wisata tersebut, pihaknya juga memiliki lokasi wisata lain belakangan banyak digemari. Para pelajar bisa menghabiskan hari dan menikmati pemandangan matahari tenggelam di Pantai Caruban. Selain itu masih ada Pasujudan Sunan Bonang dan Makam Nyi Ageng Maloka yang bisa dikunjungi.

“Kami harapkan liburan sekolah dimanfaatkan untuk melakukan ‘refreshing’ sambil mengapresiasi apa yang dimiliki Rembang. Dengan mengunjungi objek-objek wisata tersebut, kita akan mengenali langsung potensi maupun kearifan lokal di masing-masing objek wisata,” terang dia.

Menurut Murni, karena ada sejumlah objek wisata yang ada di Rembang namun tidak banyak dimiliki daerah lain seperti situs perahu kuno Punjulharjo dan Museum Kartini, ini menjadi daya tarik tersendiri mestinya.

“Jika mereka yang asli Rembang mengetahui detil objek-objek wisata di Rembang secara utuh, maka jika pun suatu saat berwisata ke luar Rembang, akan mampu melakukan promosi. Itu bagian dari kebanggaan. Kalau bukan kita yang orang Rembang, siapa lagi,” sindirnya. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan