Kunjungan Pasien Di Puskesmas Sale Merosot

Jumat, 20 Desember 2013 | 17:04 WIB
UGD Puskesmas Sale. (Foto:Ilyas)

UGD Puskesmas Sale. (Foto:Ilyas)

SALE, MataAirRadio.net – Tingkat kunjungan pasien di Puskesmas Sale selama tiga bulan terakhir mengalami kemerosotan. Perbaikan bangunan puskesmas akibat kualitas yang tidak sesuai spek, diduga menjadi penyebab utama merosotnya tingkat kunjungan.

Informasi yang dihimpun di lapangan, sebagian masyarakat menganggap Puskesmas Sale tidak lagi membuka pelayanan karena adanya rehabilitasi bangunan. Memang pada sisi depan, yang nampak hanya bangunan mentah dari puskesmas. Padahal, pasien tetap bisa mendapat layanan kesehatan di bagian belakang.

Merosotnya tingkat kunjungan pasien ke Puskesmas Sale dikonfirmasi dokter puskesmas setempat, M Anton. Menurutnya, penurunan paling mencolok adalah tingkat kunjungan pasien rawat jalan. Sebagian masyarakat memang beranggapan Puskesmas Sale tutup atau pindah lokasi.

Dia pun mengakui secara kondisi, dari luar tidak memperlihatkan puskesmas membuka pelayanan. Sebagai dokter praktik, dia menyayangkan penghentian proyek rehabilitasi Puskesmas Sale yang berujung gagal bayar akibat menyalahi spek. Jika bangunan mangkrak dalam waktu lama, tingkat kunjungan pasien terancam terus merosot.

Catatan tingkat kunjungan pasien di Puskesmas Sale, terangkum menurun sejak Oktober. Saat itu, tingkat kunjungan tercatat hanya 632 pasien atau menurun 88 orang dari catatan bulan September yang 720 pasien.

Sedangkan pada bulan November, jumlah pasien tercatat kembali mengalami penurunan atau menjadi hanya mencapai 503 orang. Sementara hingga pertengahan Desember ini, baru ada sekitar 288 pasien rawat jalan yang tercatat pada petugas administrasi.

Kepala Loket Pelayanan Pasien Puskesmas Sale Sutitik juga menduga penurunan jumlah pasien rawat jalan lantaran gedung bagian luar Puskesmas sedang diperbaiki. Sebagian masyarakat menganggap Puskesmas Sale tutup atau pindah lokasi.

Hingga Jumat (20/12) siang, sejumlah peralatan proyek terlihat masih berada di bagian luar gedung puskesmas yang untuk sementara mangkrak. Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang terpaksa menghentikan proyek, lantaran kontraktor dinilai menyalahi spek bangunan. Kondisi itu membuat proyek gagal bayar dan tidak bisa dilanjutkan. (Ilyas al-Musthofa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan