Mobdin Sekda Boleh Dipinjam untuk Prioritas Tertentu

Jumat, 11 Mei 2012 | 04:21 WIB


KOTA – Mobil dinas Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang boleh dipinjam untuk prioritas tertentu seperti menjemput tamu seorang pejabat teras negara ini, demikian ujar Sekda setempat, Hamzah Fatoni.

“Misalnya Dinas Pendidikan ada tamu penting dari pejabat negara, mobil dinas Sekda bisa digunakan. Jadi sifatnya untuk kepentingan yang prioritas,” terang Hamzah yang ditemui Jumat (11/5).

Tahun ini, Pemkab Rembang mengeluarkan anggaran lebih dari Rp3 miliar dari APBD setempat untuk pengadaan mobil dinas baru, termasuk untuk pengadaan satu unit mobil pemadam kebakaran senilai Rp1,6 miliar.

Sekda Rembang kini menggunakan mobil dinas jenis Toyota Grand New Corolla Altis warna putih senilai lebih dari Rp300 juta.

“Pengadaan mobil-mobil dinas tersebut tidak mengada-ada. Sebab, mobil dinas lama telah memasuki umur 8 tahun, sehingga tak lagi layak,” kata dia.

Ia pun mengklaim, pembelian mobil dinas baru tersebut bisa menekan ongkos perawatan dan operasional. “Untuk mobil dinas yang lama, sementara kami tarik untuk diinventarisasi. Untuk penghapusan aset mobil dinas yang tak lagi layak itu, akan dilakukan dengan pelelangan,” jelasnya. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



4 comments
  1. sarunten

    Mei 11, 2012 at 6:54 am

    capek deh komentar perilaku pejabat Rembang, karena sebenarnya mereka sudah ada di bui, tapi karena “ATM” masih jalan ya begini rakyat akan semakin diisap terus darahnya. meminjamkan mobil dinas itu bukan keharusan dan satu-saunya jalan kebaikan untuk mensejahterakan rakyat pak Sekda. kalo ngomong jangan nglantur. kan belum habis satu botol. coba anda bayangkan keiklhlasan yang seperti apa yang akan anda dapatkan secara jujur kalo tiba-tiba mobil anda harus dipinjam masyarakat untuk menghantarkan penderita mutaber, disentri, lepra atau laka lantas. jangan coba cengeng dengan mengalihkan pola tingkah mewah anda dengan sikap-sikap sentimentil yang belum tentu teruji dengan keiklahsan anda.

    kebijakan itu bukan soal anda kersa memberikan atau tidak, tapi mungkin atau tidak, lazim atau tidak. orang rembang semlarat apapun tidak mungkin minta-minta ngemis untuk meminjam kendaaran dinas anada!

    keserakahan itu harus diselesaikan dengan sikap dan tindakan yang tegas untuk memberangus kemewahan dan kecengengan pak pejabat, bukan sikap sentimentil dan menghamba macam anda!

    Reply
  2. marhen nyantri

    Mei 11, 2012 at 9:55 am

    Mobil Dinas baru cara bupati membuat anak buanya loyal untuk semakin korup!

    sama sekali bukan untk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan rakyat!
    tidak percaya? lihat dan periksa siapa saja yang mendapatkan fasilitas mobdin baru itu.

    intinya ya tetap saja uang 3M itu untuk bermewah-mewah para pejabat korup itu, yang jadinya pejabat dengan caro ngatok ke bupati dan membeli dengan uang ratusan juga rupiah. kalo sekarang uang rakyat 3M itu untuk menyenang-nyeangkan anda dan mereka itu ya sudah semsestinya to pak Sekda. karena mereka juga membantu dan memudahkan bupati dan anda untuk korupsi!

    Reply
  3. arif rahman

    Mei 12, 2012 at 12:08 am

    pembelian mobil dinas hingga 3M lebih disaat rakyat miskin dan fasilitas publik seperti jalan dan irigasi masih amburadul itu namanya kebijakan micek pak pejabat. jadi ini bukan soal anda mau pemurah hati meminjamkan mobil yang adan beli dengan uang rakyat atau tidak. semestinya sebaliknya rakyatllah yang menentukan dan anda mintai pertimbangannya, tidak cukup anggota DPRD yang sudah lama mati hati dan pikirannya itu. Anda mestinya mensosialikan kebijakan ini diforum-forum murembangdes hingga musrembangkab… tidak hanya menyembunyikan yang empuk-empuk begini, tapi kalo ditanya di forum murenbangcam anda katanya uang sudah habis tapi kok malah beli mobil sebesar itu.

    itu yang namanya anggaran daerah yang tak bermoral dan sama seklai tidak mengedepankan prioritas kebutuhan yang jelas. jadi yang harus anda prioritas itu soal kemendesakan kebutuhan masyarakat anda, bukan soal prioritas kebutuhan untuk meminjam mobil anda.

    kebijakan anggaran yang bermoral tidak sekedar menjadikan anda sebagai sinterkleas lokal dengan menggunakan uang rakyat diatas penderitaan rakyat dan jalan dan iriigasi yang terbekenglai dan mngancam keselamatan nyawa dan perekonomian masyarakat.

    pembelian mobil dinas diatas kesengsaraan rakyat adalah bentuk pengurasan APBD untuk kemewahan dan kesewenang-wenangan pejbat, tapi disisi lain selalu menjadi pengemis di depan investor, di depan pemerintah propinsi dan pudat untuk minta dibangunkan ini dan itu.

    kebijakan anggaran semacam ini sungguh menghancurkan dan menginjak-injak kehormatan dan harga diri rakyat diatas foya-foyanya para pejabat!

    Reply
  4. Anonymous

    Mei 14, 2012 at 12:01 pm

    Untalen kabeh duike rakyatmu su!!

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan