Ketua dan Sekretaris Panitia Pilkades Dadapmulyo Mendadak Menghilang

Jumat, 20 Desember 2013 | 17:10 WIB
Kantor Kecamatan Sarang.

Kantor Kecamatan Sarang.

SARANG, MataAirRadio.net – Ketua dan Sekretaris Panitia Pilkades Dadapmulyo Kecamatan Sarang mendadak menghilang sejak hari Kamis (19/12) kemarin. Keduanya menghilang beberapa saat sebelum pelaksanaan rapat membahas pengumuman bakal calon yang lolos administrasi sebagai calon kepala desa.

Spekulasi pun langsung menyeruak. Ketua Panitia Marzuki dan Sekretaris Sururi diduga sengaja disembunyikan oleh pihak tertentu. Apalagi Kamis (19/12) siang itu adalah batas waktu terakhir yang ditetapkan panitia dalam menerima semua dokumen yang dipersyaratkan kepada bakal calon.

Dari ketiga bakal calon, hanya Wahib yang belum melengkapi syarat berupa surat keterangan pengganti ijazah. Wakil Sekretaris Panitia Pilkades Dadapmulyo Ahmad Thoifur mengungkapkan, hingga tenggat waktu yang ditentukan, hanya Wahib yang persyaratannya belum komplit, sedangkan Turmundi dan Sakhib beres.

Namun menjelang rapat pengumuman seleksi administrasi berkas bakal calon, Marzuki dan Sururi mendadak menghilang. Ada yang menyebut keduanya disembunyikan. Sebab hingga Jumat (20/12) sore, keduanya diketahui tidak berada di desa dan dalam pencarian oleh sembilan panitia yang lain.

Penjabat Kepala Desa Dadapmulyo Bambang Riyanto mengatakan, keputusan untuk meloloskan atau mencoret Wahib tidak bisa dilakukan oleh sebagian panitia, tetapi harus secara keseluruhan. Jika Ketua dan Sekretaris Panitia Pilkades tiba-tiba menghilang, maka rapat penetapan hasil seleksi administrasi gagal.

Ada beberapa kemungkinan di balik mendadak hilangnya dua pucuk pimpinan panitia pilkades itu. Salah satunya, dua orang itu menghendaki ketiga bakal calon duduk semua menjadi calon kades untuk mencegah gaduh di masyarakat. Namun sebagian panitia menolak karena meloloskan bakal calon yang berkasnya tidak komplit, bertentangan dengan peraturan daerah.

Bambang Riyanto menduga, terjadi dua blok di kepanitiaan dan menjurus tidak netral. Atas kejadian ini, pihaknya meminta panitia yang lain untuk melakukan pencarian dan agar mengadu kepada panitia pengawas kecamatan dan tim monitoring tingkat kabupaten.

Ketua Panitia Pengawas Pilkades tingkat Kecamatan Sarang Edi Kiswanto menyayangkan ketidaktetapan atau inkonsistensi dari pihak ketua dan sekretaris panitia. Mestinya dua orang itu konsisten atas kesepakatan yang telah diambil sebelumnya. Apalagi mereka menghilang hanya kurang dari satu jam sebelum jam dua siang kemarin.

Camat Sarang menilai, apa yang dilakukan oleh ketua dan sekretaris panitia ini mengakibatkan tahapan pilkades menjadi molor dan mengancam pelaksanaan pemungutan suara pada tahun ini. Edi pun mengaku sudah mengabarkan peristiwa ini ke tim monitoring tingkat kabupaten, namun petunjuknya hanya menunggu. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan