Penolak Pabrik Semen di Rembang Resmi Menggugat ke PTUN

Senin, 1 September 2014 | 15:49 WIB

Doa bersama untuk besok mengajukan gugatan ke PTUN, yg di pimpin oleh K Abdul Hamid. (Foto:Citizen)

REMBANG, MataAirRadio.net – Kelompok penolak pendirian pabrik semen dan rencana penambangan oleh PT Semen Indonesia di Rembang, Senin (1/9) siang secara resmi mengajukan gugatan ke pengadilan tata usaha negara atau PTUN di Semarang.

Mereka yang terdiri atas delapan perwakilan warga Desa Tegaldowo dan Timbrangan Kecamatan Gunem menggugat Gubernur Jateng dan izin lingkungan yang dikeluarkan untuk PT Semen Indonesia. Dalam hal gugatan ini, mereka didampingi LBH Semarang.

Joko Supriyanto, koordinator kelompok penolak pabrik semen di Rembang mengaku optimistis bakal memenangi gugatan. Keyakinan itu didasarkan pada banyaknya pelanggaran yang dianggap dilakukan oleh PT Semen Indonesia, salah satunya mengenai penambangan di Cekungan Air tanah Watuputih.

Mereka tidak melakukan langkah khusus untuk memenangi gugatan di PTUN. Namun warga penolak pabrik semen ini akan menggelar doa bersama tiap malam di tenda yang didirikan di dekat tapak pabrik milik PT Semen Indonesia di wilayah Gunung Bokong Kadiwono Kecamatan Bulu.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Agung Wiharto menghormati keputusan kelompok penolak pabrik semen untuk menggugat di PTUN. Pihaknya mempersilahan mereka menggugat. Apalagi, arahan dari Gubernur Jawa Tengah sudah jelas. Mereka yang keberatan dapat menggugat.

Menurut Agung, pihak perusahaan akan melihat proses peradilan di PTUN. Dia berjanji siap menghormati apapun keputusan PTUN. Apapun keputusan di PTUN, pihaknya menyatakan siap mematuhi.

Dalam wawancara via telepon ini, Agung menyatakan bahwa penambangan di Rembang akan dilakukan dengan peralatan yang diklaim tercanggih. Adapun desain penambangan telah dirancang dengan klaim ramah lingkungan. Pihaknya berjanji meminimalkan dampak operasi pabrik demi mencukupi kebutuhan semen nasional yang kini masih defisit.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pihaknya “diadili” terkait pro-kontra pembangunan pabrik semen di Rembang. Gubernur meminta jika kajian soal Amdal dianggap salah, silakan ditunjukkan bagian mana yang salah dan pihaknya siap diuji bahkan diadili.

Sementara itu, puluhan ibu-ibu yang mengklaim sebagai petani penjaga bumi Rembang dari penambangan masih bertahan di tenda dekat tapak pabrik. Para ibu ini tetap berkukuh menolak pendirian pabrik semen dan rencana penambangan oleh PT Semen Indonesia. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan