Hingga November, 100 Bayi Mati

Rabu, 14 November 2012 | 09:17 WIB

Rembang – MataAirRadio.net Angka kematian bayi di Kabupaten Rembang tercatat masih tinggi. Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang mencatat, sampai dengan November ini, jumlah kasus kematian bayi mencapai 100 kasus.
Menurut Kepala Bidang Kesehatan Keluarga pada Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Dokter Nuraini Her Utami kepada reporter MataAir Radio Senin (12/11) lalu, jumlah kasus kematian bayi yang 100 itu masih terbilang tinggi.
Meski demikian, Nuraini menyebutkan, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan angka kematian bayi pada 2011 silam yang 190 kasus.
Nuraini menjelaskan, penyebab masih tingginya angka kematian bayi cukup banyak antara lain lahir sebelum waktunya dan kurangnya gizi ketika bayi masih dalam kandungan.

Dengarkan rekaman disini.

Tak hanya kasus kematian bayi yang masih tinggi, angka kematian ibu juga masih cukup banyak. Kepala Bidang Kesehatan Keluarga pada Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Dokter Nuraini Her Utami menyebutkan, sampai dengan November ada sebanyak 8 kasus kematian ibu.
Untuk sementara, angka itu masih lebih rendah dibandingkan kasus serupa pada 2011 lalu yang 11 kasus. Pihaknya berharap kasus kematian ibu yang antara lain disebabkan oleh serangan jantung bisa ditekan dengan peran aktif sosialisasi dari bidan desa.

Dengarkan rekaman disini.

Sementara itu, upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir memang melalui jalan yang terjal. Terlebih jika dikaitkan dengan target Millenium Development Goals (MDGs) 2015, yakni menurunkan angka kematian ibu (AKI) menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup, dan angka kematian bayi (AKB) menjadi 23 per 100.000 kelahiran hidup yang harus dicapai. Waktu yang tersisa hanya tinggal tiga tahun ini, tidak akan cukup untuk mencapai sasaran itu tanpa upaya-upaya yang luar biasa. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan