Pemkab Segera Keluarkan Perbup ASI Eksklusif

Rabu, 14 November 2012 | 09:27 WIB

Rembang – MataAirRadio.net Para ibu di Kabupaten Rembang yang hendak memberikan ASI (Air Susu Ibu) secara eksklusif kepada bayinya nampaknya akan segera mendapatkan dukungan besar dari pemerintah kabupaten setempat.

Pemerintah Kabupaten Rembang kini tengah menggodok sebuah peraturan bupati tentang inisiasi menyusu dini dan ASI eksklusif. Jika tidak ada kendala tertentu, akhir tahun ini, perbup tersebut sudah bisa diluncurkan.

Kepala Bidang Kesehatan Keluarga pada Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Dokter Nuraini Her Utami kepada reporter MataAir Radio mengatakan, perbup tersebut diharapkan mampu mendorong semangat para ibu untuk menyusui anaknya dengan ASI secara eksklusif.

Pemberian ASI secara ekslusif kepada bayi, kata Nuraini, diberikan setidaknya hingga umur bayi mencapai enam bulan. Dan pihaknya akan menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif dengan sosialisasi mulai dari tingkatan atas hingga lapisan bawah.

Dengarkan rekaman disini.

Dokter Nuraini juga mengatakan, dalam perbup tersebut, juga akan diatur perlunya tempat-tempat umum seperti pasar, untuk menyediakan ruang untuk ibu menyusui.

Menurutnya, membuat ruang untuk ibu menyusui tidaklah rumit alias sederhana, cukup dengan satu ruangan yang aman dan dilengkapi tempat duduk atau tempat tidur.

Di Rembang, kata Nuraini, sudah ada tempat umum yang memiliki ruang untuk ibu menyusui yakni di Pasar Kota Rembang yang merupakan buah fasilitasi dari BPN dan PKK Kabupaten Rembang.

Dengarkan rekaman disini.

Dokter Nuraini menambahkan, beberapa daerah di Indonesia telah lebih dahulu memiliki regulasi sebagai dukungan pemberian ASI eksklusif, diantaranya DKI Jakarta, Klaten, dan Sulawesi Selatan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan