Ditubruk Mobil Travel, Gelandangan Tewas

Kamis, 10 Mei 2012 | 06:12 WIB


SLUKE – Seorang gelandangan yang tak diketahui identitasnya meregang nyawa seketika setelah sebuah mobil travel jenis Mitsubishi Colt menubruknya di Kilometer 139, Jalur Pantura turut tanah Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sluke, Rabu (9/5) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun suararembang di lokasi kejadian, kecelakaan bermula ketika mobil travel bernomor polisi H 9072 LM melaju kencang dari arah timur. Maklum ketika itu, suasana jalan cukup lengang dan gelap.

Namun, pada saat yang bersamaan, dari arah selatan, seorang tunawisma yang berumur kira-kira 50 tahun tiba-tiba ngloyor menyeberang jalan. Jarak yang sudah terlalu dekat antara mobil dan korban, mengakibatkan kecelakaan tak terhindarkan.

“Korban tewas seketika setelah terlempar ke got di seberang jalan depan SDN Sendangmulyo 2. Ia menderita luka parah di bagian kepala,” terang Jebek (35), seorang saksi mata di lokasi kejadian.

Melihat korbannya tewas, lanjut Jebek, sopir mobil travel pun panik dan sempat langsung tinggal gelanggang dengan memacu kendaraannya.

“Beruntung warga berhasil mengejarnya untuk bertanggung jawab. Korban tewas pun segera dilarikan ke RSU dr R Soetrasno Rembang,” beber dia.

Jebek juga mengatakan, beberapa hari sebelum kejadian, pria gelandangan dengan ciri-ciri memiliki tinggi badan sekitar 168 centimeter, berambut putih ikal, wajah berjambang, serta mengenakan jaket parasit warna biru kumal dan memakai dalaman baju batik tersebut, diketahui mondar-mandir di wilayah desa setempat.

Kepala Unit Kecelakaan pada Satuan Lalu Lintas Polres Rembang Inspektur Satu Polisi Mohammad Syuhada menuturkan gelapnya jalanan di wilayah setempat memang perlu mendapatkan kewaspadaan tersendiri dari setiap pengguna jalan.

“Karena gelap, mestinya pengendara tidak memacu kendaraannya terlalu kencang. Waspadai melintasi jalur lengang,” katanya mengimbau.

Sementara itu, beberapa jam berselang, kecelakaan kembali terjadi di Jalur Pantura Kragan. Kali ini, sebuah truk tronton bernomor polisi L 9859 yang dikemudian Sugiono (45) warga Krisik Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar dan melaju dari arah timur diketahui menyodok sebuah truk tak dikenal di depannya di Jalur Pantura turut Desa Sumurtawang, Kecamatan Kragan.

Akibat kecelakaan itu, sang sopir yang hendak mengirimkan muatan pakan ternak sebanyak 25 ton menuju Semarang harus dilarikan ke rumah sakit di Tuban meski sebelumnya sempat dirawat sementara di Puskesmas Kragan II, lantaran mengalami patah kaki kanan.

“Saya memang sempat mengantuk sebelum kecelakaan itu terjadi,” terang Sugiono saat ditemui di Puskesmas Kragan II kepada suararembang, singkat. (Trisno/Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan