Dendam Terlampiaskan Tuntas

Sabtu, 7 April 2012 | 12:01 WIB


KOTA – PSIR akhirnya tuntas membalas dendam atas Persipasi Bekasi. Setelah dicukur 2-0 di Stadion Tambun Bekasi pada putaran pertama awal Januari lalu, PSIR sukses menggulung Persipasi dengan skor yang sama, 2-0 (1-0), pada putaran kedua kompetisi Divisi Utama Liga Prima Indonesia di Stadion Krida Rembang, Sabtu (7/4) petang.

Kemenangan telak skuat asuhan Haryanto itu diborong oleh sang kapten, Cristian Lenglolo, pada menit ke-36 dan ke-71. Permainan Laskar Dampo Awang pada pertandingan yang disaksikan lebih dari 3.000 penonton tersebut terbilang cukup menawan, meski sempat menjemukan di awal laga.

Kedua tim menjalani pertandingan dalam tempo sedang dan cenderung hati-hati pada awal-awal babak pertama. Serangan yang dibangun oleh masing-masing tim pun terkesan monotan. Tak elak, pertandingan menjadi terlihat kurang menarik.

Namun, suasana lapangan menjadi berubah drastis ketika pertandingan memasuki menit ke-36. Adalah aksi solo seorang Cristian Lenglolo yang melewati sejumlah pemain belakang di sektor kanan pertahanan Persipasi, berujung gol. Tendangan keras pemain asal Kamerun ini gagal ditepis kiper Bayu Cahyo Wibowo. PSIR unggul 1-0, dan pertandingan mulai berlangsung menarik.

Ketinggalan sebiji gol, Persipasi mulai bermain lebih terbuka. Anak-anak besutan Warta Kusuma itu mulai bermain lebih lepas. Namun, hingga babak pertama berakhir, keunggulan 1-0 untuk PSIR tak berubah.

Memasuki babak kedua, Persipasi langsung berinisiatif menyerang. Apalagi, Wallave R Da Silva dan kawan-kawan telah mematok hasil seri, dalam lawatan ke Kota Garam untuk mempertahankan posisi mereka di peringkat atas klasemen.

Sementara, digelora hasrat menuntaskan dendam atas kekalahan di putaran pertama, Heru Wibowo dan kawan-kawan, tak mau menyurutkan serangan. Hasilnya, memanfaatkan sebuah skema serangan balik, umpan tarik dari Ranu Tri Sasongko kepada Cristian Lenglolo berbuah gol kedua pada menit ke-71.

Namun, satu menit berselang, PSIR nyaris kebobolan. Asyik berselebrasi atas gol Cristian dengan merapat ke pinggir lapangan dan menerima instruksi kecil dari pelatih, wasit Agus Priyanto justru telah meniup peluitnya, tanda perguliran bola untuk Persipasi.

Wallace pun segera mengocek bola untuk merobek jala Nanda Pradana dengan berakselerasi sendirian. Sejumlah pemain PSIR pun sontak kalang kabut untuk menghalau aksi solo pemain anyar Persipasi itu. Beruntung, Heru Wibowo yang segera berlari dari pinggir lapangan, masih mampu menyelamatkan gawang Nanda.

Sejak insiden itu, tidak ada lagi peluang berbahaya yang dialncarkan kedua tim. PSIR berhasil mengunci skor 2-0 hingga pengadil lapangan meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan.

Pelatih PSIR Haryanto mengaku puas dengan kinerja anak asuhnya. “Soal insiden selebrasi yang ‘dimanfaatkan’ wasit untuk memulai pertandingan, itu menjadi pelajaran bagi kami. Namun, secara keseluruhan, anak-anak bermain sesuai instruksi,” kata dia.

Pada pertandingan itu, Tim Pelatih PSIR tidak menurunkan pemain anyar, Miftachul ‘Ale’ Huda. “Dia masih kelelahan setelah bermain keras saat meladeni PPSM KN Magelang. Ia juga tidak kami pasang lantaran terkait strategi yang kami gunakan,” terang Haryanto. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan