Cerbung Masih Terancam

Sabtu, 9 Juni 2012 | 04:43 WIB

Cerbung Masih Terancam
Sarang- Ancaman abrasi di Dusun Cerbung Desa Temperak Kecamatan Sarang ditengarahi belum sepenuhnya hilang meskipun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah melakukan pemasangan batu penahan gelombang beberapa bulan yang lalu.
Kepala Dusun setempat, Muhadi, Kamis (7/6) mengatakan, secara keseluruhan bibir pantai yang bersebelahan dengan rumah warga memang sudah terpasang batu penahan gelombang. Namun demikian, untuk beberapa titik menurutnya tinggi batu belum memadai sehingga gelombang yang datang masih acapkali menyentuh bagian belakang beberapa rumah warga.
“Batu pemecah gelombang memang sudah terpasang, namun kenyataannya untuk wilayah bagian timur atau sekitar 20 meter-an ketinggiannya belum ideal,” jelasnya kepada watawan.
Muhadi menyebutkan, idealnya tinggi batu penahan gelombang adalah 3 meter, sedangkan realitasnya untuk beberapa bagian, terutama bagian timur, ketinggian batu tersebut hanya berkisar 1 sampai 1,5 meter.
“Ada beberapa bagian yang tinggi batu hanya sekitar 1 atau 1,5 meter. Bagi warga sini hal itu masih mebahayakan,” lanjutnya.
Ia mencontohkan bekas rumah seorang warga, Samad, yang sekarang tidak tersisa, saat ini permukaan tanahnya menjadi landai karena rendahnya batu yang terpasang sehingga gelombang besar masih sering menghantam.
“Bekas rumah warga kami yang namanya pak samad bahkan sudah sangat sering terjilat gelombang. Pasalnya batu yang terpasang di tanah yang tadinya rumahnya itu terkesan rendah,” katanya.
Ia juga menyebutkan, setelah bibir pantai terpasang penahan gelombang masih ada satu rumah warga yakni milik Abdur Rahman, yang bagian belakang rumahnya kembali ambruk dan menyisakan keretakan pada dinding bangunan. Itu menurutnya juga menjadi bukti bahwa batu-batu penahan gelombang yang terpasang masih kurang ideal. Sehingga Muhadi masih berpandangan ancaman abrasi bagi dusunnya masih tetap ada dan cukup mungkin jika hal itu tidak segera lagi ditanggulangi.
“Coba anda lihat tanah di bekas rumah pak Samad yang kondisinya sangat memungkinkan dialiri ombak sampai jalan kampung,” beberanya.
Selaku kepala dusun, dirinya mengharapkan ada penambahan batu penahan gelombang kembali yang dipasang pada beberapa titik, khusunya bagian timur. Jika hal itu dilakukan ia yakin ancaman abrasi pada dusunnya akan semakin tipis.
“Untuk beberapa titik saya kira batu penahan perlu ditambah,” ungkapnya. (Ilyas)  
Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan