Dugaan Penyimpangan Dana Nasabah KSP ABS Diselidiki

Kamis, 7 Juni 2012 | 09:46 WIB


KOTA – Kepolisian Resor Rembang mengaku sedang menyelidiki kasus dugaan penyimpangan dana nasabah oleh oknum pengurus Koperasi Simpan Pinjam Assalam Bina Sejahtera (ABS) yang beralamatkan di Dusun Blandok Desa Pandangan Kulon, Kecamatan Kragan.

Menurut Kapolres Rembang AKBP Adhy Fandy Ariyanto, Kamis (7/6), penyelidikan tersebut dilakukan pihaknya lantaran telah menerima laporan resmi dari masyarakat yang mengaku menyimpan uangnya di koperasi tersebut, namun kesulitan menariknya ketika mereka membutuhkan.

“Setelah menerima laporan dari anggota masyarakat yang, kami akan lanjutkan ke menghimpun keterangan sebagai bahan untuk menuju ke proses penyidikan. Jadi saat ini kami masih melakukan penyelidikan atas kasus ini,” terang Kapolres.

Pihaknya menyatakan serius menghimpun sumber dan bahan-bahan keterangan dari para pihak yang terkait termasuk menelusuri sejak kapan koperasi tersebut mulai tidak sehat atau sudah sakit-sakitan.

“Kami akan terus mencari dan mengumpulkan bahan-bahan keterangan, termasuk mencari dan mengecek laporan keuangan koperasi sebagaimana biasanya disajikan dalam sebuah Rapat Anggota Tahunan. Dari situ kami akan mengetahui koperasi itu sehat atau tidak,” tandasnya.

Koperasi Simpan Pinjam Assalam Bina Sejahtera mengalami masa suram sejak 2010 silam. Koperasi yang berkantor di tengah permukiman warga Dusun Blandok Desa Pandangan Kulon itu sempat memiliki aset hingga Rp4 miliar dengan jumlah anggota lebih dari 5.000 orang.

Dugaan penyelewengan uang di tataran pengurus lama koperasi belakangan menyeruak ketika sejumlah banyak nasabah memilih menarik uangnya untuk keperluan lain. Sementara, koperasi keteteran membayarnya.

Kapolres menjanjikan akan memanggil untuk dimintai keterangan sejumlah pihak yang ditengarai bisa mengurai kasus ini. “Kami perlu mengumpulkan selengkap mungkin keterangan sebagai klarifikasi,” kata dia.

AKBP Adhy Fandy Ariyanto juga mengungkapkan, pengungkapan dugaan penyimpangan dana nasabah oleh oknum pengurus akan dilakukan dengan mengacu ketentuan khusus di luar aturan perkoperasian, misalnya dengan ketentuan tentang tindak pidana korupsi.

“Sejauh mana peran dari Dewan Pembina Koperasi (Dinperindag Koperasi dan UMKM) di Kabupaten Rembang juga perlu kami ketahui perannya. Sebab Dewan Pembina Koperasi itu mestinya membina setiap koperasi yang ada, bukan membiarkan,” jelasnya.

Ia pun mengimbau kepada setiap anggota masyarakat untuk tidak mudah menanamkan uangnya dengan mendaftar sebagai anggota sebuah koperasi tanpa mengetahui secara pasti kondisi koperasi tersebut.

“Terutama keuangannya bagaimana. Ada AD/ART-nya atau tidak. Kesemuanya itu perlu dipastikan agar tidak terjadi kasus serupa di masa mendatang,” tandas Kapolres. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan