Penyebab Kebakaran Pasar Lodan Belum Tuntas Terungkap

Sabtu, 16 Februari 2013 | 17:46 WIB

SARANG, MataAirRadio.net – Pemerintah Desa Lodan Wetan Kecamatan Sarang masih berharap pihak kepolisian segera menuntaskan kasus kebakaran pasar desa setempat. Sebab, sejak kebakaran yang terjadi pada Juli tahun lalu, hingga kini penyebab kebakaran belum terungkap jelas.

Menurut Kepala Desa Lodan Wetan Ali Imron, jika memang terbakarnya pasar desa setempat ada indikasi kesengajaan, maka pengusutan oleh pihak kepolisian harus segera dituntaskan.

Pihaknya khawatir, belum tuntasnya kasus kebakaran Pasar Desa Lodan Wetan, akan menimbulkan kecurigaan antarwarga sendiri terkait spekulasi pelaku pembakaran.

Ali Imron menyatakan, pihaknya merasa terzalimi apabila kasus terbakarnya pasar desa setempat ternyata tidak menemui titik temu. Itu lantaran, berdasarkan penilaian banyak orang, kemungkinan pasar terbakar dengan sendirinya, jelas sangat kecil.

Kepala Desa Lodan Wetan Ali Imron menambahkan, nilai positif jika kasus terbakarnya pasar desa setempat bisa terkuak adalah menjadi efek jera bagi siapa pun yang berniat kurang baik terhadap fasilitas publik. Apalagi, Pasar Desa Lodan Wetan merupakan satu dari sedikit pasar tradisional yang masih eksis di wilayah Kabupaten Rembang.

Hal senada diungkapkan oleh Darni, salah seorang warga desa setempat. Menurutnya, penyebab pasar terbakar harus segera terungkap. Selama ini, warga masih menunggu kepastian penyebab terbakarnya pasar.

Seperti diketahui, Pasar Desa Lodan Wetan terbakar pada 18 Juli 2012 dan hingga kini belum ada titik terang penyebabnya. Namun begitu, banyak pihak menduga pasar sengaja dibakar oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Dugaan tersebut didasarkan, pada saat terbakar kondisi pasar tidak sedang teraliri listrik, sehingga penyebab kebakaran oleh korsleting tidak beralasan. (Ilyas Almustofa)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan