Berkas Perkara Diecer, “Lettu Bambang” Bakal Nyenyak Di Penjara

Kamis, 6 September 2012 | 10:23 WIB
Kasatreskrim Polres Rembang AKP Joko Santoso. (Foto: Pujianto)

KOTA, mataairradio.net – Kepolisian Resor Rembang menyatakan akan terlebih dahulu memproses berkas perkara kasus Suhardiyanto (50) alias “Lettu Bambang”, warga Dusun Becici Desa Demaan Kecamatan Gunem, dari didapatkannya dua unit sepeda motor hasil menyaru sebagai Anggota TNI Kodim 0720 Rembang.

Kapolres Rembang AKBP Adhy Fandy Ariyanto melalui Kasatreskrim AKP Joko Santoso, Kamis (6/9), menjelaskan, dengan diprosesnya berkas perkara hanya dari didapatkannya dua unit sepeda motor sebagai alat bukti kejahatan “Lettu Bambang”, maka akan data berkas perkara lain yang bakal disusulkan.

“Kalau harus menunggu didapatkannya sepeda motor lain hasil kejahatan tersangka, akan terlalu lama. Lagi pula, ada indikasi ia terlibat dalam kasus bermodus yang sama di Kabupaten Grobogan. Berkas perkara seiring didapatkannya dua unit sepeda motor akan kita proses terlebih dahulu. Yang lain di berkas terpisah dan menyusul,” jelas Kasatreskrim.

Menurutnya, upaya mengecer berkas perkara tersebut terpaksa dilakukan pihaknya lantaran ulah tersangka memang telah memakan banyak korban dan agar yang bersangkutan benar-benar kapok.

“Setelah berkas perkara yang sedang kami susun ini nanti lengkap dan tersangka diadili sehingga kemudian divonis pengadilan serta nantinya pelaku bebas, berkas perkara kejahatan tersangka di tempat lain akan diajukan. Dengan begitu tersangka akan menjalani masa hukuman lebih lama,” kata dia.

AKP Joko Santoso berpandangan, dengan cara ini, para pelaku tindak kriminal kambuhan tak akan memiliki waktu dan jera untuk kembali beraksi setelah bebas dari masa hukuman.

“Ada sejumlah pelaku penipuan dan pencurian yang beraksi di lebih dari dua lokasi sedang menjadi target penyelidikan dengan cara ini. Selain untuk memutus jaringan, cara ini diharapkan membuat pelaku jera,” jelasnya.

Apalagi, imbuh dia, beberapa pelaku kejahatan seperti halnya kasus yang sedang dihadapi Suhardiyanto, pelaku kerap menutup-nutupi jaringan dan penadah hasil kejahatan.

“Penjeratan dengan berkas berlapis ini diharapkan menjadi semacam efek jera bagi pelaku kejahatan yang kerap menganggap enteng setiap proses hukum. Ini sekaligus dilakukan untuk memberi rasa keadilan bagi korban,” pungkasnya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan