“Ngomongnya Gampang, Menulisnya Sulit”

Kamis, 13 September 2012 | 08:30 WIB
Pelatihan budaya tulis melalui koran ibu di Desa Pasarbanggi, Kecamatan Kota Rembang, Kamis (13/9). (Foto: Ilyas alMustofa)

KOTA, mataairradio.net – Sebanyak 25 orang perempuan melek aksara di Desa Pasarbanggi, Kecamatan Kota Rembang, Kamis (13/9), mengikuti pelatihan budaya tulis melalui koran ibu yang diselenggarakan di balai desa setempat.

Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STIE YPPI Rembang, Anik Nurhidayati, menjelaskan kegiatan tersebut digelar untuk mencegah kebutaan aksara kembali atas mereka yang sudah melek huruf.

“Peserta pelatihan adalah mereka yang baru melek aksara, sehingga praktis diperlukan kesabaran. Beruntung, meski mereka tinggal di kampung nelayan, mereka masih antusias mengikuti pelatihan,” terang Anik.

Menurut dia, kegiatan yang digelar berkat prakarsa Kementerian Pendidikan Nasional itu penting bagi warga belajar agar terus memelihara keberaksaraannya.

“Pada program peningkatan budaya tulis melalui koran ibu ini, warga belajar akan mendapatkan pelatihan ringan tentang menulis berdasarkan objek yang tak jauh dari lingkungannya,” tandasnya.

Seorang warga belajar, Suwarsih (48) mengaku rela mengikuti pelatihan, meski dirinya harus meninggalkan sejenak kesibukannya berdagang ikan.

“Saya tadi nulis bagaimana cara membuat abon berbahan baku ikan tengiri. Nulisnya nggak lancar. Ngomongnya gampang, menulisnya yang sulit. Pelan-pelan,” tandasnya.

Juwarlin (49), warga belajar lainnya mengatakan hal senada. “Saya tadi menulis seputar kegiataan PKK di kampung. Nulisnya nggak banyak. Hanya sedikit, tetapi kata narasumbernya sudah lumayan bagus untuk saya yang baru melek aksara,” imbuhnya.

Kepala Desa Pasarbanggi, Rasno menambahkan, pihaknya berterima kasih atas diselenggarakannya kegiatan untuk warga belajar di kampungnya itu.

“Nggak nyangka mereka bakal kuat mengikuti pelatihan sejak pagi hari hingga menjelang Asar. Mungkin karena mereka menikmati,” katanya. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan