Kemenag Rembang Hanya Janjikan Klarifikasi Atas Kasus “Nol Jam” Reno

Senin, 3 September 2012 | 06:30 WIB
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Rembang, Ali Ansori. (Foto:  jateng.kemenag.go.id)

KOTA, mataairradio.net – Pihak Kementerian Agama Rembang menyatakan akan segera meminta klarifikasi kepada pihak Madrasah Maslakhul Huda Sluke, menyusul pemberian nol jam– yang identik dengan pemecatan– kepada seorang guru mata pelajaran Matematika di madrasah itu, Reno Basuki.

Kepala Kantor Kementarian Agama Rembang melalui Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Ali Anshori, Senin (3/9), menerangkan, sebenarnya penatalaksanaan kepegawaian di lingkup madrasah tsanawiyah swasta bukan menjadi kewenangannya.

“Hubungan kami dengan madrasah tsanawiyah swasta sebatas koordinatif. Oleh karena itu, atas permasalahan ini, kami hanya bisa membantu dengan menjembatani. Sekadar membantu memintakan klarifikasi dari pihak madrasah,” terangnya.

Kemenag Rembang, Ali Ansori melanjutkan, menyangkut penatalaksanaan kepegawaian di lingkup MTs swasta, sepenuhnya diserahkan pada pihak madrasah setempat dan yayasan pengelola madrasah.

“Kami memang menerima aduan itu. Namun kami praktis tidak bisa berbuat banyak. Itu wilayah madrasah yang bersangkutan bersama dengan pihak yayasan,” katanya menegaskan.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang guru mata pelajaran Matematika di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Maslakhul Huda Sluke, Reno Basuki (39), mengadu ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Rembang, Senin (3/9) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Pengaduan itu menyusul keputusan pihak madrasah yang memberikan nol jam mengajar (tidak mengajar, red.) kepadanya per libur Lebaran kemarin.

Reno menilai, alasan pengambilan keputusan itu tidak jelas. “Alasan tidak diberikannya saya jam mengajar, konon lantaran saya tidak bisa diajak dalam kebersamaan. Namun kebersamaan seperti apa? tidak jelas,” kata Reno yang mengaku sudah mengajar di MTs Maslakhul Huda sejak 2006 silam. (Pujianto)




2 comments
  1. Misteri

    September 3, 2012 at 10:28 pm

    HANYA KLARIFIKASI tok lo bozz..
    itupun HANYA janji dan bisa TIDAK ditepati
    sebagaimana janji2 'Indonesia'

    Reply
  2. Anonymous

    September 4, 2012 at 6:29 am

    apa memang sengaja ingin membiarkan korban sekarat ?
    cuci tangan pejabat berarti mau wudhlu utk sholat mayat 'kan pak ???

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan