Kebakaran, Ratusan Juta Rupiah Terselamatkan

Senin, 3 September 2012 | 06:52 WIB
Petugas pemadam bersama warga berusaha melokalisir kobaran api agar tak merembet ke rumah penggilingan padi milik wArga pada poeristiwa kebakaran di Sulang, Senin (3/9). (Foto: Tarom)

SULANG, mataairradio.net – Satu rumah penggilingan padi berikut gudang palawija bernilai ratusan juta rupiah milik H Mustain, warga Desa Sulang, Kecamatan Sulang, selamat dari amukan si jago merah pada kebakaran yang melanda areal hutan jati rakyat yang berdempet dengan rumah penggilingan padi tersebut pada Senin (3/9) pagi.

Menurut Salah seorang saksi mata yang juga karyawan di penggilingan tersebut, Sukardi, kali pertama ia melihat api sudah menjalar ke tumpukan sekam limbah penggilingan sekitar pukul 09.45 WIB.

“Awalnya saya melihat asap mengepul dari belakang gudang. Begitu keluar, tahu-tahu api telah menjalar ke tumpukan sekam di sebelah timur penggilingan. Spontan kami langsung memberitahukan pada karyawan lain dan mencoba memadamkan api dengan air yang tersedia di gudang dengan peralatan seadanya,” katanya, Senin (3/9).

Beruntung saat kebakaran, istri H Mustain, Khusnul Khowatim berada di lokasi kejadian. Ia segera mengontak suaminya yang saat itu tengah mengambil uang di salah satu Bank di Rembang untuk mencari pertolongan ke Unit Kebakaran Pemkab Rembang.

Tak berselang lama, dua mobil pemadam dan tiga mobil tangki air tiba di lokasi kejadian dan langsung melokalisir kobaran api agar tak menjalar ke rumah penggilingan beserta gudang palawija yang saat itu penuh dengan tumpukan jagung pipil yang siap jual.

Kapolsek Sulang, AKP Binuka Suryo Nugroho di lokasi kejadian mengatakan, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kebakaran.

“Kami belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Saat ini kami tengah melakukan penyelidikan,” katanya.

Peristiwa kebakaran tersebut meludeskan semak belukar di areal tegal dan hutan jati warga milik Ainur Rofiq dan H Mustain, keduanya warga Dukuh Gaplokan, Desa Sulang, Kecamatan sulang, seluas sekitar satu hektar. Beruntung api segera bisa dijinakkan sehingga tidak meluas ke permukiman warga. (Tarom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan