Ratusan Penyandang Catat di Rembang Belum Tersentuh Pendidikan

Senin, 23 Desember 2013 | 14:36 WIB
Total ada 1.194 anak berkebutuhan khusus di kabupaten Rembang. (Foto:Puji)

Total ada 1.194 anak berkebutuhan khusus di kabupaten Rembang. (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Setidaknya 500 orang anak penyandang cacat atau ketunaan di Kabupaten Rembang masih belum tersentuh pendidikan. Mereka paling banyak berasal dari wilayah perdesaan. Demikian diungkapkan Koordinator Program Plan Indonesia Unit Rembang Andri Purwanto.

Menurut Andri, berdasarkan pendataan bersama antara Plan Indonesia dengan Dinas Pendidikan dan Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kabupaten Rembang, total ada 1.194 anak berkebutuhan khusus di kabupaten ini.

Data tersebut bisa jadi tidak valid. Namun terlepas dari angka itu, menurutnya pendidikan inklusi perlu diperluas, khususnya di wilayah perdesaan yang masih terdapat banyak anak penyandang ketunaan dan belum tersentuh pendidikan. Di Rembang memang sudah ada 74 sekolah dasar inklusi berdasarkan surat keputusan dari Bupati. Tetapi baru 24 sekolah di antaranya yang digarap secara maksimal.

Secara persentase, saat ini baru 20 persen SD di Kabupaten Rembang yang menyelenggarakan pendidikan inklusif. Pihak Plan Indonesia berharap tahun 2018 nanti, seluruh SD, juga SMP dan SMA di Kabupaten Rembang mampu menyelenggarakan pendidikan inklusif.

Marno, Kepala SD Negeri Bitingan Kecamatan Sale mengakui, masih ada sebagian orang tua yang malu menyekolahkan anak penyandang cacat. Umumnya mereka merasa tidak percaya diri dan khawatir anaknya diperlukan berbeda dengan mereka yang normal.

Namun Marno memastikan, diskriminasi tidak akan terjadi di sekolahnya. Sebab, hampir semua guru di sekolah itu sudah diberikan pelatihan tentang pembelajaran pada anak berkebutuhan khusus. Dari sisi sarana dan prasarana sekolah, juga mulai dibuat ramah bagi para penyandang disabilitas. Marno menyebutkan, ada 19 anak berkebutuhan khusus di sekolahnya. Kini pihaknya sedang membujuk salah seorang warga yang anaknya lumpuh agar tetap disekolahkan.

Pada Senin (23/12) siang, Plan Indonesia Rembang menggelar seminar dan pameran karya anak untuk memperingati Hari Penyandang Disabilitas Internasional di Balai Kartini, Rembang.

Sejauh ini Plan sudah melatih 35 guru untuk mengajar anak-anak berkebutuhan khusus. Di Rembang juga sudah terbentuk forum orang tua siswa, yang khusus mengawal pelaksanaan pendidikan inklusi.

Namun Plan Indonesia akan menyapih secara total pendampingan terhadap anak berkebutuhan khusus di Rembang mulai Januari 2014. Itu artinya, berjalan atau tidaknya pendidikan inklusi di kabupaten ini bergantung pada keseriusan Pemkab Rembang. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan