Guru Tua Ketir-Ketir Hadapi Uji Kompetensi Sertifikasi

Rabu, 22 Februari 2012 | 08:09 WIB


REMBANG – Sejumlah guru kelompok usia tua, peserta program sertifikasi mengaku ketir-ketir menghadapi uji kompetensi awal sebab sebagian besar peserta program tersebut merupakan guru muda dan diyakini bakal menjadi pesaing ketata, apalagi tingkat pengetahuannya masih relatif bagus karena belum lama lulus kuliah.

“Para guru peserta sertifikasi yang sudah tua harus belajar lebih giat. Apalagi materi teori pengajaran harus kembali dipelajari setelah puluhan tahun meninggalkan bangku kuliah,” kata Suyanto, seorang guru IPS di SMPN 1 Pancur, Rabu (22/2).

Ketentuan uji kompetensi awal pada program sertifikasi, diakui mulai membuat deg-degan guru berusia tua. Mereka menilai aproses sertifikasi tahun sebelumnya yang hanya menggunakan persyaratan portofolio, dinilai lebih mudah dibandingkan sekaranga, kata dia. “Karena itu, kami berharap uji kompetensi hingga PLPG di Semarang nanti berjalan transparan,” kata dia.

Uji kompetensi awal program sertifikasi di Kabupaten Rembang akan diikuti sebanyak 1.200 guru di kabupaten setempat. Dinas Pendidikan (Disdik) rencananya akan memisahkan lokasi ujian di tiga tempat berbeda, Sabtu 25 Februari 2012. Sebanyak 1.200 orang peserta akan menempati lokasi ujian di gedung SMAN 3, SMPN 1, dan SMKN 1 Rembang.

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, Mashadi mengatakan, semua guru peserta memiliki kesempatan yang sama. “Sebab, setiap guru akan diuji dua materi pokok yakni pengetahuan pedagogik dan profesional,” kata dia.

Menurut dia, materi ujian pengetahuan profesional akan sangat menentukan karena memiliki proporsi penilaian tertinggi hingga 70 persen. “Sedangkan bobot nilai materi pedagogik hanya 30 persen. Meski demikian, peserta tak boleh mengabaikannya (materi pedagogik, red.),” kata dia.

Pada 2012, guru kelas Taman Kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Rembang mendominasi calon peserta program sertifikasi. Dari total jumlah 1.200 orang, guru kelas SD menduduki peringkat pertama terbanyak dengan jumlah 446 orang guru atau 37 persen. Sementara guru kelas TK sebanyak 251 orang atau 29 persen.

“Sebagian besar mereka (guru TK dan SD, calon peserta program sertifikasi, red.) merupakan guru yang belum berstatus PNS,” ungkap Mashadi. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan