39 Guru Layak Sertifikasi Tak Masuk Kuota

Selasa, 14 Februari 2012 | 05:09 WIB


KOTA – Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang mencatat sebanyak 39 guru layak sertifikasi di kabupaten itu tak bisa mengikuti seleksi tahun ini antara lain karena kuota yang sudah mentok.

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Rembang, Mashadi, Selasa (14/2) mengatakan, pihaknya memutuskan tak lagi mengajukan tambahan kuota, setelah Pemerintah menambah kuota sertifikasi hingga mencapai 1.200 guru pada tahun ini.

“Mereka akan diusulkan ikut program sertifikasi pada tahun depan. Selain karena peringkat mereka berada di bawah 1.200 guru yang tahun ini mengikuti setifikasi, kebetulan rata-rata usia mereka terbilang masih muda,” kata dia.

Menurut Mashadi, persyaratan untuk mengikuti sertifikasi telah ditetapkan oleh Pemerintah. Guru yang telah bergelar S1 secara otomatis bisa mengikuti seleksi sertifikasi. Sementara guru yang belum bergelar sarjana, setidaknya harus memenuhi kriteria berusia 50 tahun dengan masa kerja minimal 20 tahun, atau telah mencapai golongan IVA.

Jumlah guru layak program sertifikasi dipastikan terus bertambah pada tahun mendatang. Mashadi menyebutkan, sedikitnya ada sebanyak 167 guru yang tahun ini lulus program S1. Mereka bersama 39 guru tersebut akan diikutkan program sertifikasi tahun 2013.

“Jumlah ini akan terus diperbarui setiap tahunnya, termasuk mereka yang nanti tidak lulus sertifikasi, akan diusulkan mengikuti lagi tahun berikutnya,” kata dia.

Uji kompetensi awal bagi 1.200 guru yang terdaftar akan digelar 25 Februari 2012. Rencananya lokasi ujian akan dipisah di tiga lokasi yakni gedung SMP 1, SMA 3 dan SMK 1 Rembang.

“Kami berharap guru mempersiapkan diri karena tinggal memiliki waktu tak kurang dua minggu untuk mempersiapkan diri,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan