Pemerintah Angkat Tangan Bantu Mesin Perajang Tembakau

Selasa, 28 Februari 2012 | 08:03 WIB


REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang menyatakan angkat tangan untuk memberikan bantuan mesin perajang kepada petani tembakau di kabupaten itu pada 2012 sebab kemampuan keuangan daerah setempat terbatas.

“Bantuan mesin perajang hanya bisa kami berikan tahun lalu. Pada tahun ini, kami tidak cukup berkemampuan memberikan bantuan serupa kepada petani tembakau di kabupaten ini,” kata Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang, Yosophat Susilo Hadi, Selasa (28/2).

Namun, lanjut dia, bukan berarti petani tembakau tidak akan memperoleh kemudahan dalam mendapatkan bantuan mesin perajang tembakau tahun ini. “Sebab, perusahaan mitra petani tembakau, PT Sadana Arif Nusa, menjanjikan fasilitasi mesin perajang kepada petani,” kata dia.

Menurut dia, perajangan tembakau produksi petani di Kabupaten Rembang memerlukan mesin perajang dengan desain khusus. Pasalnya, kata dia, daun tembakau petani Rembang mengandung klorid yang berdampak pada mudah tumpulnya mata pisau di mesin perajang.

“Atas alasan itu, perusahaan mitra akan memfasilitasi petani mendapatkan mesin perajang. Bisa jadi akan dibelikan dulu oleh perusahaan dan dibayar oleh petani ketika panen tiba,” kata dia.

Susilo juga mengatakan, selain keterbatasan anggaran, ketiadaan bantuan mesin perajang tembakau pada tahun ini, juga disebabkan oleh pemkab setempat yang memfokuskan perhatiannya pada pengadaan embung terpal untuk memacu produksi komoditas tersebut.

Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang mencatat jumlah petani yang bakal menanam ‘emas hijau’ pada tahun ini mencapai 1.500 orang dengan luasan lahan hingga 1.000 hektare. Padahal, pada tahun lalu, petani yang mengembangkannya hanya ada 200 orang dengan total luasan 80 hektare.

Pemerintah pun hanya bisa memberikan bantuan tujuh mesin perajang kepada petani tembakau pada 2011, lima di antaranya berasal dari Pemkab Rembang dan dua lainnya dari Pemprov Jateng.

“Kami tentu menginginkan agar petani tembakau di Kabupaten Rembang menjadi petani mandiri dan tidak bergantung pada bantuan Pemerintah, termasuk urusan mesin perajang,” kata dia. (Puji)




One comment
  1. SINGOLANDOH

    Maret 13, 2012 at 2:09 pm

    Selamat kepada masyarakat petani Rembang yang telah mampu menembus ketatnya persaingan pasar tembakau indonesia. Rembang punya potensi yang sangat besar, tinggal bagaimana kita mengelola dan mengembangkannya. Sekali lagi selamat kepada DISTANHUTBUN Rembang yang telah berhasil menggandeng pabrikan besar sebagai mitra petani tembakau rembang. Bangkit Rembangku, Marem tanamanku

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan