Koperasi Simpan Pinjam Ogah Beralih ke BPR

Selasa, 12 Juni 2012 | 02:49 WIB


KOTA – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Dinperindagkop) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Rembang mencatat koperasi simpan pinjam yang telah mapan ogah mengalihkan usahanya ke perbankan seperti Bank Perkreditan Rakyat (BPR), antara lain karena persyaratannya yang terbilang berat.

Kepala Dinperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang Muntoha, Selasa (12/6) mengemukakan, pihaknya telah berupaya mendorong koperasi-koperasi yang usaha utamanya adalah simpan pinjam dan telah mapan agar beralih menjadi perbankan.

“Hanya, lantaran persyaratan operasional menjadi sebuah perbankan tentu tidak gampang; manajemennya juga jelas lebih komplit, maka banyak koperasi simpan pinjam yang telah mapan sekalipun, enggan untuk beralih menjadi perbankan,” kata dia.

Padahal, lanjut dia, pihaknya telah memberikan pemahaman kepada para pengurus koperasi simpan pinjam itu tentang adanya penjamin simpanan jika usahanya telah menjadi perbankan.

“Dengan berubah menjadi bank misalnya BPR, maka dana yang dihimpun dijamin oleh lembaga penjamin simpanan (LPS). Sementara koperasi jika sudah kolaps, penyelesaiannya ya bisa saja tidak jelas,” tandas dia.

Disebutkan, di Rembang saat ini ada sebanyak 532 koperasi. Namun, sebagian besar ditengarai berstatus tidak sehat lantaran tidak melaporkan kegiatan usahanya, seperti tidak mengirimkan hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan neraca keuangan triwulanan.

“Tetapi dari koperasi-koperasi yang rajin menggelar RAT dan melaporkan neraca keuangan triwulanan-nya, kondisi mereka sangat bagus dan berpotensi beralih menjadi perbankan,” kata dia.

Hanya, imbuh dia, mengenai peralihan koperasi ke perbankan, sepenuhnya menjadi wewenang pengurus koperasi yang bersangkutan. “Kami sekadar mendorong,” tegas Muntoha. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan