Rembang Awali Gerakan Ansor Bertani

Thursday, 26 January 2017 | 18:27 WIB

Pencanangan Gerakan Ansor Bertani di Ranting Ansor Desa Grawan Kecamatan Sumber dilakukan bersama kegiatan panen raya jagung manis “sweet lady” yang digelar salah satu perusahaan bibit jagung ternama di Indonesia, PT BISI Internasional, Kamis (26/1/2017). (Foto dokumentasi GP Ansor Grawan)

 

SUMBER, mataairradio.com – Pihak Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Rembang memulai “Gerakan Ansor Bertani” bagi para kader mereka antara lain guna mendorong kaum muda untuk kembali mencintai dan terjun menggarap sektor pertanian.

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Rembang Hanies Cholil Barro’ mengatakan, kader Ansor yang merupakan generasi pada usia produktif karena berusia 20 hingga 40 tahun, merupakan generasi berkecemerlangan dalam berbagai bidang.

“Mumpung usianya masih produktif, dimana tenaga lagi full-full-nya, pemikiran juga lagi cemerlang-cemerlangnya, maka perlu digerakkan pada berbagai sektor, tidak terkecuali pertanian agar jangan sampai terjadi stagnasi generasi petani,” katanya, Kamis (26/1/2017).

Ia menjelaskan, melalui gerakan tersebut, para kader Ansor diharapkan menjadi contoh bagaimana mengelola sektor pertanian, mulai dari soal pengolahan lahan, pemilihan bibit unggul, perawatan tanaman, hingga pemasaran hasil panen berbasis potensi tiap-tiap daerah.

“Hari ini (26/1/2017) Ranting Grawan di Kecamatan Sumber melakukan pencanangan Gerakan Ansor Bertani setelah sebelumnya Krikilan pun melakukan hal yang sama. Kecamatan lain menyusul. Kita melihat pertanian sebagai sendi perekonomian yang harus dibangkitkan,” tandasnya.

Ditegaskannya, jika sektor pertanian yang ditangani oleh kaum muda bergairah, maka pemuda yang terentas dari pengangguran diharapkan akan makin banyak, sekaligus melahirkan kemandirian secara ekonomi.

Sementara itu, pencanangan Gerakan Ansor Bertani di Ranting Ansor Desa Grawan Kecamatan Sumber dilakukan bersama kegiatan panen raya jagung manis “sweet lady” yang digelar salah satu perusahaan bibit jagung ternama di Indonesia.

Salah seorang petani muda dari kalangan Gerakan Pemuda Ansor Ranting Grawan Munawar mengaku memanen sekitar 3,5 ton jagung manis dari sepertiga hektare lahan uji coba miliknya. Ia memanen jagung pada umur tanaman dua bulan, dalam keadaan basah berkelobot.

“Panen sepertiga hektare bobot 3,5 ton dengan harga untuk grade A Rp2.000 per kilogram dan grade B Rp1.500 per kilogram. Grade A itu yang per kilonya isi tiga jagung utuh, sedangkan grade B yang isi lima jagung utuh,” katanya kepada mataairradio.com.

Pihaknya mengaku akan mengembangkan komoditas jagung manis itu pada lahan milik para kader Ansor di desa itu, bahkan kader di desa lain di wilayah Kecamatan Sumber. Harapannya, mereka bisa ikut menanamnya, karena lumayan prospektif, karena katek jagungnya saja laku.

“Kita memang belum menjalin kemitraan secara terikat. Tetapi bagi Sahabat Ansor yang mengembangkan, nanti ketika panen, untuk penjualan, pihak BISI siap menampung. Bulan depan ini, kader Ansor desa kami akan mengembangkan pada lahan sekitar empat hektare,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan