Kenaikan Harga Telur Seret Harga Kue

Selasa, 22 Mei 2012 | 09:17 WIB


KOTA – Kenaikan harga telur ayam ras sejak beberapa pekan ini menyeret kenaikan harga berbagai jenis kue. Pembuat kue pun resah sehingga terpaksa menaikkan harga jual.

Berdasarkan pantauan suararembang, Selasa (22/5), di tingkat eceran harga telur ayam ras rata-rata Rp15.000 sampai Rp15.500 per kilogram. Para pedagang juga ada yang menjualnya per butir dengan harga rata-rata Rp1.050 untuk telur ukuran sedang.

Seorang penjual telur di Pasar Kota Rembang, Tamijan mengaku menjual telur ayam ras yang ukuran besar Rp1.100 per biji, telur ukuran sedang Rp1.050, dan yang kecil Rp1.000.

“Permintaan cenderung tetap. Mungkin karena pasokannya terbatas sehingga harganya naik. Saya masih bisa menjual telur 80-100 biji per hari,” terang Tamijan.

Akibat kenaikan harga telur tersebut, pembuat kue pun terpaksa menaikkan harga jualnya. Seperti diungkapkan Cahyono, pembuat kue bolu ban di Dusun Grajen Desa Sumberejo, Kecamatan Kota Rembang.

Ia menyebutkan, jika sebelumnya kue bolu ban dijual Rp30.000-Rp35.000 untuk loyang ukuran 10 butir telur, kini harganya mencapai Rp45.000.

“Kalau harga telur ayam ras naik, pembuat kue seperti kami memang yang menjadi repot. (Telur) Yang kecil saja jadi Rp1.000, kalau sebelumnya hanya Rp850 per butir,” katanya.

Dirinya pun menjadi tak berani menyetok produksi kue lantaran khawatir terdampak kenaikan harga telur tersebut. “Kalau kue basah, jika sudah terlalu lama paling akhirnya hanya untuk pakan lele. Kami jadi merugi,” ujar dia.

Hal senada diutarakan Prasetyo, pembuat kue brownies dan mandarin di Desa Kabongan Kidul, kecamatan setempat. Harga kuenya dinaikkan rata-rata Rp5.000 per loyang.

“Kue brownies untuk ukuran loyang 20×20 biasanya kami jual hanya Rp50.000, kini Rp55.000. Brownies dengan loyang 24×24 dari Rp65.000 menjadi Rp70.000, sedangkan kue mandarin juga naik Rp5.000 dari Rp40.000 menjadi Rp45.000 per loyang,” kata dia.

Namun, imbuh dia, kendati dinaikkan, jumlah pelanggannya masih belum berkurang. Minggu ini, dia masih stabil melayani pesanan sebanyak 12 loyang kue brownies sebagaimana minggu lalu.

“Sebelum melayani pesanan, kami katakan dulu kalau harganya naik Rp5.000. Biasanya mereka yang berlangganan karena cocok rasanya, hampir tidak banyak tanggapan,” katanya. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan