Elpiji Tiga Kilogram Langka, Rembang Minta Tambah Kuota

Selasa, 18 September 2012 | 07:38 WIB
ilustrasi.
REMBANG, mataairradio.net – Pasokan elpiji kemasan tiga kilogram di sejumlah daerah di Kabupaten Rembang terjadi ketersendatan. Bahkan, di wilayah Kecamatan Kragan, warga sudah merasakan kelangkaan elpiji dalam sepekan terakhir.
Seorang pengecer elpiji kemasan tiga kilogram di Dusun Blandok Desa Plawangan, Kecamatan Kragan, Khotimah kepada mataairradio.net, Selasa (18/9), mengaku kerap menjadi sasaran marah ibu-ibu yang kadung berlangganan LPG kepadanya.
“Sudah sepekan terakhir ini, pasokan elpiji tiga kilogram langka di wilayah kami. (Kelangkaan) tidak hanya di Plawangan, tetapi di Pandangan juga,” kata dia.
Ia menyebutkan, kelangkaan elpiji kemasan tiga kilogram mulai terasa sejak setelah Lebaran kemarin. Ia pun mengaku sudah menanyakan langsung kepada agen terkait penyebab kelangkaan.
“Kami sempat menduga harga elpiji akan naik seiring kelangkaan yang terjadi. Namun, petugas dari agen mengungkapkan bahwa penyebab kelangkaan lantaran adanya pengurangan stok dari PT Pertamina,” tuturnya.
Menanggapi kelangkaan elpiji kemasan tiga kilogram di kawasan timur Rembang, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Rembang, Agus Supriyanto menyatakan sudah mengambil tindakan untuk mengatasinya.
“Sebenarnya tidak terjadi kelangkaan. Hanya, memang, pasokan elpiji tiga kilogram yang kuotanya dinaikkan oleh PT Pertamina pada menjelang Lebaran, saat ini dinormalkan kembali,” ungkapnya.
Akibat penormalan kembali kuota pasokan itu, kata Agus menjelaskan, sebagian masyarakat di Kabupaten Rembang yang terlanjur menaikkan konsumsi atas elpiji, sulit menekannya kembali. 
“Sebenarnya tidak hanya di wilayah Kecamatan Kragan. Laporan (kelangkaan) masuk dari Rembang juga. Hanya kami sudah mengajukan penambahan kuota kepada PT Pertamina,” katanya.
Ia menyebutkan, pihaknya mengajukan penambahan pasokan sebanyak 560 tabung per agen per minggu. “Surat sudah kami kirim. Kamis (20/9) mendatang, kami mungkin sudah akan mendapatkan jawaban (dari Pertamina,” pungkas Agus. (Puji)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan