Semen Gresik Ogah Pakai Calo Pembebasan Lahan

Senin, 17 September 2012 | 11:19 WIB
Sekretaris Perusahaan Semen Gresik Agung Wiharto sedang memaparkan kinerja PT Semen Gresik Tbk dalam satu acara jumpa media. (Foto: kabarbisnis.com)

REMBANG, mataairradio.net – PT Semen Gresik (Persero) menyatakan tidak menggunakan jasa pihak ketiga ataupun calon dalam pembebasan lahan guna keperluan tapak pabrik di Kabupaten Rembang.

Sekretaris PT Semen Gresik (Persero), Agung Wiharto saat dihubungi dari Rembang melalui saluran telepon, Senin (17/9) siang, menyatakan pihaknya lebih memilih menerjunkan tim dari perusahaan secara langsung guna efisiensi dan efektifitas pembebasan lahan.

“Kami menilai proses pembebasan langsung oleh tim dari perusahaan, akan lebih efektif dan lebih dipercaya masyarakat dibandingkan jika harus melibatkan pihak ketiga,” katanya.

”Kami yakin masyarakat akan lebih tenang dan percaya jika lahannya dibeli atau bertransaksi secara langsung dengan PT Semen Gresik (Persero), bukan melalui pihak ketiga atau melalui makelar,” sambungnya menegaskan.

Agung menyebutkan, sejauh ini pihaknya belum menemui kendala serius dalam upaya pembebasan lahan milik warga di tiga desa di Kecamatan Gunem, masing-masing Desa Gunem, Tegaldowo, dan Kajar.

“Memang ada beberapa warga yang belum merelakan lahannya untuk kami beli. Namun kami memakluminya. Proses pembebasan lahan memang harus dilakukan bertahap,” tandasnya.

Agung juga menyebutkan, saat ini pihaknya sudah membebaskan sekitar sepuluh persen dari total 800 hektare lahan yang akan digunakan PT Semen Gresik (Persero), baik untuk tapak pabrik maupun lahan eksploitasi bahan baku semen.

“Untuk tapak pabrik saja, kami membutuhkan lahan sekira 200 hektare. Namun sejauh ini baru sekitar 80 hektare yang bisa kami bebaskan masing-masing di turut tanah Desa Kajar dan Tegaldowo,” ungkapnya.

Agung Wiharto menyatakan, pihaknya sengaja memberikan harga tinggi atas tanah yasan (tanah milik perorangan, red.) dan bebas makelar.

“Lahan sengaja kita beli dengan harga relatif tinggi dengan harapan bisa menyejahterakan warga. Namun, kami akui ada pula (tanah) yang memang harus berurusan dengan Pemkab Rembang secara langsung,” katanya yang enggan menyebut harga pembelian tanah rata-rata oleh PT Semen Gresik (Persero).

Sementara untuk pembebasan lahan yang berkaitan dengan pemilikan pihak Perum Perhutani, Agung menyatakan hingga kini masih dalam tahap koordinasi dengan Pemerintah Pusat.

“Pembebasan lahan milik Perum Perhutani, hemat kami akan lebih mudah (dibandingkan dengan pembebasan lahan yasan) mengingat Perum Perhutani dan PT Semen Gresik (Persero) sama-sama Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” pungkasnya. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan