Kadung Jual Tabung, Harga Elpiji 12 Kilogram Turun

Senin, 19 Januari 2015 | 17:29 WIB
Suryanto, pemilik pangkalan elpiji 12 kilogram di bilangan Sidowayah Kecamatan Rembang, saat merapikan tumpukan stok di tokonya, Senin (19/1/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Suryanto, pemilik pangkalan elpiji 12 kilogram di bilangan Sidowayah Kecamatan Rembang, saat merapikan tumpukan stok di tokonya, Senin (19/1/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

REMBANG, mataairradio.com – Sejumlah pengguna elpiji 12 kilogram di Kabupaten Rembang ternyata telah sempat menjual tabung gasnya dan beralih ke elpiji tiga kilogram, pada saat Pemerintah menaikkan harga elpiji tabung biru ini, 2 Januari kemarin. Namun begitu harganya turun, mereka juga tak kecele.

Suryanto, pemilik pangkalan di wilayah Kelurahan Sidowayah Kecamatan Rembang mengaku sempat membeli 10 tabung elpiji bertabung biru dalam kurun satu minggu kemarin.

“Umumnya, mereka dari kalangan mampu. Saya membelinya dengan harga Rp250.000 dari harga normal Rp400.000,” ungkapnya kepada mataairradio.

Hingga Senin (19/1/2015) pukul 10.00 WIB, dia pun memilih belum menaikkan harga jual elpiji 12 kilogram, karena belum ada kabar dari agen di Kudus. Ia mengaku masih menjual elpiji 12 kilogram dengan harga Rp140.000 per tabung, padahal mestinya sudah turun menjadi Rp135.000 per tabung.

Pemerintah menurunkan harga elpiji 12 kilogram dari sebelumnya Rp134.700 menjadi Rp129.000 per tabung, mulai Senin (19/1/2015) pukul 00.00 WIB. 2 Januari lalu, Pemerintah menaikkan elpiji non-subsidi dari Rp114.900 menjadi Rp134.700 per tabung.

Sementara itu, perubahan harga elpiji 12 kilogram yang dianggap terlalu sering, membingungkan pengecer. Sebab mereka sudah kadung membeli dengan harga lama, sehingga jika harus menjual dengan harga yang sekarang, maka mengakibatkan kerugian.

Suwito, pengecer elpiji 12 kilogram di bilangan Jalan Majapahit Kota Rembang memilih tidak berjualan lagi elpiji non-subsidi. Dia khawatir, harganya akan berubah lagi dan dirinya kembali merugi.

“Saat ini, di kios saya ada sekitar 10 tabung elpiji 12 kilogram yang sudah kosong. Belum kontak agen, agar diisi lagi. Saya akan berjualan lagi saat harganya kembali stabil,” ujarnya.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said di berbagai media mengatakan, penurunan harga elpiji non-subsidi 12 kilogram bertujuan untuk meringankan beban perekonomian.

Menurutnya, penurunan harga elpiji yang dibungkus dengan tabung berkelir biru tersebut juga dipengaruhi oleh harga minyak dunia yang merosot. Artinya begitu harga minyak dunia merangkak naik, harga elpiji 12 kilogram akan turut terkerek tinggi.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan