Daun Tebu Bantu Atasi Kesulitan Pakan Ternak Petani

Minggu, 5 Agustus 2012 | 07:02 WIB
Daun tebu membantu petani untuk mencukupi kebutuhan pakan ternak di musim kemarau

REMBANG – Di musim kemarau ini, para petani dan peternak sapi di Kabupaten Rembang mulai kesulitan mencari pakan hijauan untuk ternak mereka. Untuk mencukupi kebutuhan pakan, mereka pun harus mencarinya hingga luar daerah.

Namun, ada juga sebagian petani yang lebih memilih memberikan pakan kepada ternaknya berupa daun tebu daripada harus repot-repot mencari pakan hingga luar daerah.

Salah seorang petani asal Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Parman (38), mengatakan, karena sudah sangat kesulitan mencari rumput dan pakan hijauan lain, maka selama sebulan terakhir, dua ekor sapinya hanya diberi makanan berupa daun tebu.

“Untung ada daun tebu, masih bisa untuk memenuhi kebutuhan pakan. Meski membahayakan ternak karena daunnya yang kasar, namun setidaknya mampu menjadi pengganjal perut sehingga ternak saya tidak kelaparan,” katanya, Ahad (5/8).

Hal sama juga dikatakan petani lain asal Desa Sulang, Kecamatan sulang, Waji (50). Menurutnya, sulitnya mencari rumputan hijau membuat sebagian besar petani didesanya hanya memberikan pakan ternak berupa daun tebu.

“Kebetulan ini sedang ramainya musim panen tebu sehingga tidak sulit mencari daun tebu untuk pakan. Sudah sejak dulu, tiap kemarau ya menggantungkan pakan pada daun tebu. Baru kalau daun tebu sudah habis atau langka, baru mendatangkan jerami dari daerah lain,” katanya.

Karena tidak mendapatkan asupan hijauan lain, ternak sapinya menjadi lebih kurus. “Kalau musim kemarau ternak biasa menjadi lebih kurus karena kurang makan. Yang penting, ternak tidak kelaparan sehingga bisa tetap sehat,” pungtkasnya. (Tarom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan