Tempat Relokasi Pedagang Pasar Sarang Mulai Dipetakan

Jumat, 26 Desember 2014 | 17:33 WIB
Kawasan pertigaan Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang. (Foto:Rif)

Kawasan pertigaan Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang. (Foto:Rif)

 

SARANG, mataairradio.com – Pasar Sarang yang selama ini dikenal padat, kumuh, dan menjadi biang kemacetan direncanakan ditata tahun depan. Saat ini, pihak Kecamatan Sarang mulai memetakan tempat relokasi bagi pedagang, begitu pasar direnovasi total.

Camat Sarang Edi Kiswanto menyebutkan, masih ada lahan cukup luas di belakang pasar, yang bisa digunakan untuk merelokasi sementara pedagang. Jika penataan pasar dilakukan secara menyeluruh, maka pedagang bisa juga diboyong ke kawasan Lapangan Desa Sendangmulyo, agar tetap bisa berjualan.

“Soal tempat relokasi jelas kami siapkan. Bisa di belakang pasar, atau jika direnovasi seluruhnya, pedagang bisa kita tempatkan di kawasan Lapangan Desa Sendangmulyo,” ungkapnya kepada mataairradio.com, Jumat (26/12/2014).

Umumnya, para pedagang menyambut gembira rencana penataan Pasar Sarang. Terlebih, dirinya sudah pernah mengusulkan penataan pasar itu sejak 2005 silam. Namun ketika itu rencana penataan oleh investor, ditolak pedagang. Dia berharap, rencana penataan pasar pada tahun depan itu, tidak meleset.

Kepala Bidang Bina Pasar Dinas Perindagkop dan UMKM Rembang Waras mengatakan, proposal penataan Pasar Sarang yang diajukan didanai oleh pihak Provinsi Jawa Tengah, belum ada keputusan resmi dikabulkan.

“Namun semoga rencana baik ini, dijawab dengan keputusan melegakan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Menurutnya, Pasar Sarang diusulkan ditata dengan anggaran Rp10 miliar. Jika usulan tersebut dikabulkan seluruhnya, maka sudah hampir seluruh bagian pasar, bisa diperbaiki. Penataan ini juga akan meringankan pedagang, karena didanai Pemerintah, bukan oleh investor.

“Pasar Sarang memang mendesak ditata karena sudah sangat tidak representatif. Selama ini, saya kerap kali menerima keluhan dari pedagang, setiap kali melakukan pemantauan di pasar tersebut,” ungkapnya.

Wawan, pedagang dari Desa Sendangmulyo menyebut, tempat berjualan di Pasar Sarang tampak kumuh dan jorok. Penataan fasilitasnya pun semrawut dan seringkali menimbulkan kemacetan lalu lintas di sekitarnya.

“Ya saya akan senang, jika penataan pasar itu terealisasi pada tahun depan. Terlebih, penataannya dilakukan tidak oleh investor, tetapi Pemerintah,” kata dia.

Dia pun yakin sebagian pedagang menyambut gembira, meski akibat penataan nanti, mereka harus direlokasi.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan