FWR Keliling Kecamatan Beri Pelatihan Jurnalistik Sekolah

Selasa, 6 September 2016 | 19:12 WIB
Reporter MataAir Radio Pujianto saat memberikan pelatihan jurnalistik tentang teknik peliputan dan penulisan kepada para peserta pelatihan di SMK Negeri Gunem, Selasa (6/9/2016). (Foto: mataairradio.com)

Reporter MataAir Radio Pujianto saat memberikan pelatihan jurnalistik tentang teknik peliputan dan penulisan kepada para peserta pelatihan di SMK Negeri Gunem, Selasa (6/9/2016). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Forum Wartawan Rembang (FWR) mulai berkeliling seluruh kecamatan di daerah ini guna memberi pelatihan jurnalistik bagi masing-masing 60 siswa di sekolah setempat, Selasa (6/9/2016) pagi.

Roadshow diawali dari Kecamatan Gunem dengan memberikan pelatihan bagi siswa SMK Negeri Gunem. Keliling untuk memberi pelatihan ini menyasar 14 sekolah dengan tajuk “Roadshow Pelatihan Jurnalistik FWR”.

Ketua Forum Wartawan Rembang Sarman Wibowo menjelaskan, pelatihan jurnalistik di sekolah merupakan bentuk pengabdian pekerja pers di kabupaten ini untuk mencerdaskan masyarakat, terutama menyangkut profesi wartawan.

“Kami mengambil sekolah-sekolah pinggiran, karena selama ini siswa jarang mendapatkan akses pelatihan jurnalistik. Kami memberi pelatihan secara gratis kepada para siswa. Sementara terbatas bagi 60 siswa per sekolah,” katanya di sela pelatihan jurnalistik di SMK Negeri Gunem.

Menurutnya, setelah mengikuti pelatihan, siswa dari setiap sekolah diwajibkan mengirimkan karya jurnalistik kepada panitia. Dari seluruh karya yang terkumpul, akan diambil tiga terbaik dan akan mendapatkan apresiasi dari panitia.

“Juara pertama mendapatkan hadiah Rp 5 juta, juara kedua Rp 3 juta dan juara ketiga Rp 2 juta. Hadiah ini, sebagai bentuk rangsangan mereka agar termotivasi belajar menulis,” katanya sembari menambahkan kegiatan ini dikerjasamakan dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Pelaksana Tugas Kepala SMK Negeri Gunem, Tri Budiono mengatakan, pelatihan menulis saat ini menjadi hal yang penting bagi kalangan pelajar. Sebab, kalangan pelajar sudah cukup bebas memproduksi karya tulis berbagai bentuk.

Jika tidak mendapatkan pelatihan, maka menurutnya, karya tulis yang kebanyakan mereka salurkan via berbagai media sosial itu dikhwatirkan menjadi tidak terarah.

“Saya sepakat pelajar harus diberikan pelatihan menulis agar mereka bisa mengetahui teknik dan cara menulis yang baik dan beretika. Apalagi, pelajar sekarang cukup bebas mengakses media sosial dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Selain diajari tentang dasar-dasar jurnalistik beserta teknik peliputan dan penulisan, para pelajar juga diberikan pelatihan tentang cara terbaik memanfaatkan media sosial.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. izzah

    Oktober 4, 2016 at 9:03 pm

    Kak Fadil..untuk yg di Al Anwar tak ada dokumentasinya kah?

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan