Warga Keluhkan Kelangkaan Sopir di Puskesmas Sumber

Jumat, 14 Februari 2014 | 15:37 WIB
Ambulans baru di Puskesmas Sulang. (Foto:Puji)

Ambulans baru di Puskesmas Sulang. (Foto:Puji)

SUMBER, MataAirRadio.net – Warga mengeluhkan kelangkaan tenaga sopir di Puskesmas Sumber. Kondisi tersebut kerap kali mengakibatkan pasien terlambat dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan secara lebih lengkap.

Ada dua unit ambulans di puskesmas yang sudah memiliki layanan rawat inap ini. Namun kelangkaan tenaga sopir, khususnya pada malam hari, membuat repot pasien yang memerlukan rujuk penanganan medis.

Gunanto, salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Sumber mengungkapkan, sempat ada keluarga pasien yang mengamuk gara-gara sulit mendapat sopir untuk merujuk ke rumah sakit. Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Rembang merespon keadaan ini.

Dirinya mengaku pernah mengonfirmasikan kelangkaan sopir kepada Kepala Puskesmas Sumber Jopo Erwanto. Dokter Jopo mengaku belum mendapat kabar dikabulkannya usulan tenaga sopir, meski sudah diusulkan dua tahun lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Ali Syofii mengaku sudah mengantongi data kebutuhan tenaga sopir dari sejumlah puskesmas. Selain Puskesmas Sumber, Puskesmas Sulang dan Sarang, juga membutuhkan tenaga yang sama.

Namun menurut Ali, pemenuhan kebutuhan tenaga sopir di sejumlah puskesmas, belum bisa dilakukan melalui rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS). Pasalnya, Pemerintah Pusat belum memberikan ruang rekrutmen pegawai anyar.

Meski demikian, Ali mengaku akan menyarankan Kepala Puskesmas agar mencari tenaga sopir lepas. Mereka dibayar karena kegiatannya, sedangkan upahnya diambilkan dari jasa pelayanan sesuai perda. Dan itu bisa diputuskan di tingkat puskesmas.

Khusus mengenai pemenuhan tenaga sopir secara lepas, Ali mengaku pernah melakukannya di Puskesmas Kragan II. Ketika itu Ali sebagai Kepala Puskesmas. Honor sopir lepas itu diambilkan dari jasa pelayanan rujukan yang telah diatur tarifnya oleh perda.

Dia menambahkan, usaha memenuhi kebutuhan tenaga sopir oleh pihak puskesmas nantinya akan lebih jelas wewenangnya, ketika sudah berubah menjadi badan layanan umum daerah (BLUD). BLUD bisa menentukan sendiri pengelolaan rumah tangganya. Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang menargetkan, semua puskesmas menjadi BLUD pada tahun 2015. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan