Penunjukan Penjabat Kepala Desa Sidorejo Diprotes Warga

Jumat, 14 Februari 2014 | 17:11 WIB
Salah seorang pendiri AMpedes, Mun'im menjukkan surat keberatan atas penunjukan Solih sebagai penjabat kepala Desa Sidorejo Kecamatan Sedan. (Foto:MataAirRadio.net)

Salah seorang pendiri Ampedes, Mun’im menjukkan surat keberatan atas penunjukan Solih sebagai penjabat kepala Desa Sidorejo Kecamatan Sedan. (Foto:MataAirRadio.net)

SEDAN, MataAirRadio.net – Warga Desa Sidorejo Kecamatan Sedan memprotes penunjukan Solih sebagai penjabat kepala desa setempat. Warga menilai proses penunjukan Solih tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Solih ditunjuk sebagai penjabat kades hanya melalui rapat internal Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ditambah Sekdes Sidorejo pada hari Senin, 3 Februari lalu. Padahal penunjukan penjabat kades, mestinya melibatkan unsur masyarakat dan bersifat terbuka dalam musyawarah desa.

Dzaki, salah satu tokoh masyarakat Desa Sidorejo menghendaki, penunjukan Solih sebagai penjabat kepala desa dianulir. Proses penunjukan penjabat kades dikehendaki pula oleh warga agar diulang melalui musyawarah desa, dengan mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

Camat Sedan Wahyoe Oetomo ketika dikonfirmasi MataAir Radio pada Jumat (14/2) siang mengaku sudah mengambil langkah menyikapi polemik penunjukan Penjabat Kades Sidorejo. Pihaknya juga mengaku sudah memanggil Sekdes Sidorejo untuk diklarifikasi.

Camat mengungkapkan, musyawarah desa untuk menunjuk penjabat kades akan digelar ulang pada hari Selasa 18 Februari nanti. Terkait ini pun, Wahyoe sudah menembusi desa.

Dia berharap pada musyawarah nanti, bisa dicapai mufakat, sehingga kondisi Desa Sidorejo, tetap kondusif. Menurutnya, hasil musdes kali pertama belum berujung pada penetapan penjabat kades oleh Pemkab Rembang.

Sementara itu, Solih yang disambangi ke kediamannya tidak bisa ditemui. Dia sedang bepergian. Aksi protes terhadap penunjukan Solih, kini meluas hingga ke kalangan tokoh agama. Warga juga membentuk Aliansi Masyarakat Peduli Sidorejo atau Ampedes. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan