Pemkab Rembang Telaah Isu Pembatalan THL

Jumat, 14 Februari 2014 | 14:19 WIB
Hamzah Fatoni, Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang. (Foto:Puji)

Hamzah Fatoni, Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang. (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Polemik mengenai perekrutan tenaga harian lepas oleh sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Kabupaten Rembang terus bergulir. Bahkan, pada Jumat (14/2) pagi, tersiar kabar pemberhentian sejumlah THL di lingkup Sekretariat Daerah.

Dikonfirmasi mengenai kabar tersebut, Sekda Rembang Hamzah Fatoni menyatakan, pihak Pemerintah belum menentukan sikap akhir soal tenaga harian lepas. Hamzah mengaku, persoalan mengenai THL masih dalam telaah atau kajian.

Dia menjelaskan, telaah ini menyangkut aspek norma kepegawaian dan penganggaran. Telaah dilakukan terkait terminologi THL, sehingga apakah penggunaan tenaga harian lepas ini bisa dilanjutkan atau tidak.

Hasil telaah itu, menurut Sekda, akan segera diputuskan dalam waktu dekat. Sembari menunggu hasil kajian, tenaga harian lepas mestinya tidak masuk bekerja dulu. Kecuali, tenaga harian lepas yang sudah terlibat dalam sebuah kegiatan misalnya pembersihan jalan dari hambatan samping dan penarik retribusi angkutan.

Sekda Rembang juga mengakui, sejak ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005, maka semua Pejabat Pembina Kepegawaian dan pejabat lain di lingkungan instansi, dilarang mengangkat tenaga honorer atau yang sejenis.

Karena adanya ketentuan itu, Hamzah menyatakan perlu melakukan telaah, apakah tenaga harian lepas termasuk dalam yang sejenis dengan tenaga honorer. PP Nomor 48 Tahun 2005 memang telah diubah dengan PP Nomor 56 Tahun 2012. Namun, larangan itu tidak berubah.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Rembang Ridwan menyatakan akan meminta penjelasan dari SKPD, terkait pengertian tenaga harian lepas. Karena itu, dirinya pun belum akan secara tegas merekomendasikan pembatalan atau anulir rekrutmen THL. Pimpinan SKPD perekrut THL akan mulai dipanggil pada Senin (17/2) depan.

Menurut sumber MataAir Radio, tenaga harian lepas yang dikabarkan diberhentikan salah satunya terjadi di Bagian Hukum Setda Rembang. Namun Sekda Rembang kembali menegaskan, sikap itu belum final.

Rekrutmen tenaga harian lepas yang mencuat sejak Januari kemarin, memang mengundang polemik. Selain bayaran dan rekrutmen yang dianggap diam-diam, adanya tenaga harian lepas mengundang kecemburuan dari tenaga honorer. (Pujianto)




One comment
  1. gun

    Februari 14, 2014 at 3:34 pm

    ya beginilah KORUPTOR KAKAP BERKILAH!!!!! KORUPSI BUKAN PERILAKU KEBIAJAKN YANG MERUSGIKAN DAN TIDAk ADIL BAGI MAYARAKAT SAUDARA-SAUDARA.. KORUPSI ITU HANYA SOAL TERMINOLOGI DAN TAFISR!!!! SOAL KENAPA HANYA ORANG_ORANG_ORANG TERTENTU DAN KEBANYAKAN ANAK PEJABAT DAN JARINGAN PARTAI DEMOKRAT DAN PPP ITU SOAL TERMINOLOGI!!! DASAR HAMZAH PATENI SI KONSEPTOR KORUPTOR REMBANG!!!!

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan