Bocah Dua Tahun Tewas Usai Tercemplung Air Panas

Jumat, 5 Juni 2015 | 16:40 WIB
Ilustrasi (Foto: cdn2.hubspot.net)

Ilustrasi (Foto: cdn2.hubspot.net)

 
SLUKE, mataairradio.com – Seorang bocah berumur dua tahun di Dusun Nyamplung Desa Sluke Kecamatan Sluke, Jumat (5/6/2015) pagi meninggal dunia setelah tercemplung air panas, yang belum lama mendidih.

Korban bernama Khoirul Imam Saputra, anak kedua atau bungsu dari pasangan Didik Santoso dan Siti Nur Faizah. Chamim, tetangga korban menuturkan, awalnya Faizah merebus air sampai mendidih.

Setelah itu, panci rebus yang berisi penuh air diangkat dari atas kompor ke lantai, lalu ditinggal sebentar.

“Tahu-tahu, korban sudah tercemplung di air panas, sehingga sebagian badannya melepuh. Orang tua korban langsung membawanya ke Puskesmas Sluke,” tuturnya.

Menurut warga, peristiwa bocah tercemplung air panas ini, sebenarnya sudah terjadi sekitar 11 hari yang lalu.

Korban juga sempat dirujuk ke RSUD dr R Soetrasno guna mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

“Kamis (4/5/2015) malam, pihak keluarga merujuk Khoirul ke sebuah rumah sakit di Kudus,” sambungnya.

Tetapi Jumat (5/6/2015) paginya, Chamim mendapat kabar lelayu, jika anak sahabatnya itu meninggal dunia.

Korban langsung dikebumikan di tempat pemakaman umum, yang berada tidak jauh dari kediaman yang bersangkutan.

Warga berharap agar kejadian itu bisa menjadi pelajaran bagi orang tua lain, sehingga lebih waspada mengasuh anak.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Sluke Aiptu Yudi Kristianto mengaku tidak menerima laporan soal seorang bocah yang akhirnya meninggal setelah tercemplung air panas.

“Tetapi kami mendengar informasi tersebut,” ungkapnya.

Pihaknya tidak turun ke rumah duka, karena tidak ada laporan dari warga yang bersangkutan.

Yudi tidak bisa memberikan keterangan apapun atas kejadian tersebut, tetapi memang sudah semestinya setiap orang tua selalu waspada saat mengasuh anak.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan