Pulang dari RS, Saksi Korban Perampokan Dipantau

Rabu, 8 Juni 2016 | 12:08 WIB
Foto Sarno dan istrinya, Damisih, masih terpampang di salah satu bagian dinding rumah yang bersangkutan ketika polisi dari Polres Rembang melakukan olah TKP kasus perampokan yang merenggut nyawa Sarno, Minggu (29/5/2016). (Foto: Pujianto)

Foto Sarno dan istrinya, Damisih, masih terpampang di salah satu bagian dinding rumah yang bersangkutan ketika polisi dari Polres Rembang melakukan olah TKP kasus perampokan yang merenggut nyawa Sarno, Minggu (29/5/2016). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Petugas polisi ditugaskan memantau Damisih, saksi korban perampokan disertai kekerasan yang berujung tewasnya Sarno (54) warga Desa Maguan Kecamatan Kaliori, suaminya, pada Minggu 29 Mei lalu.

Damisih (50) sudah pulang dari perawatan di RSUD dr R Soetrasno Rembang. Namun yang bersangkutan tidak pulang di kediamannya di Maguan, tetapi kini tinggal di rumah salah satu anaknya di Desa Kuniran Kecamatan Batangan Kabupaten Pati.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang AKP Eko Adi Pramono menjelaskan, pemantauan terhadap Damisih dilakukan lantaran beberapa keterangannya masih dibutuhkan guna mengungkap kasus perampokan tersebut.

“Saksi korban, Bu Damisih, sudah pulang dari rumah sakit. Kami tetap pantau dia karena keterangannya masih kami butuhkan. Soal petugas polisi yang memantau, kami tugaskan dari Polsek Kaliori,” terangnya.

Meskipun dipantau oleh polisi, hingga Rabu (8/6/2016) siang ini, Kasatreskrim menyatakan tidak melarang, apabila Damisih ingin kembali menekuni pekerjaannya sebagai pedagang emas seiring kondisi kesehatannya yang membaik.

“Namun melihat kondisi kejiwaannya yang masih syok dan trauma, saya kok tidak cukup yakin yang bersangkutan akan kembali berjualan. Mungkin salah satu anaknya yang akan meneruskan karena keluarga itu sudah pakem bisnis perhiasan emas,” tandasnya.

Sementara itu, perkembangan penyelidikan terhadap pelaku kasus pencurian disertai kekerasan yang mengakibatkan tewasnya Sarno dan raibnya uang serta perhiasan bernilai lebih dari Rp500 juta, Kapolres Rembang AKBP Sugiarto menyatakan, belum mencapai babak baru.

“Kami meminta doa kepada seluruh masyarakat, semoga kasus ini segera terungkap. Saksi dan bukti, masih terus kami himpun. Kita berharap agar bisa mengungkap kasus ini secepatnya,” ujarnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan