Ibu-ibu Jolotundo Dilatihan Produksi Minuman Jamu Tradisional

Kamis, 19 November 2020 | 19:01 WIB

Pihak Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YPPI melatih ibu-ibu di Desa Jolotundo-Lasem, cara memproduksi minuman jamu tradisional. (Foto: mataairradio.com)

 

LASEM, mataairradio.com – Pihak Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YPPI Rembang memberikan pelatihan cara memproduksi minuman jamu tradisional kepada masyarakat di Desa Jolotundo, Kecamatan Lasem, khususnya untuk kalangan ibu-ibu.

Siti Aliyah salah satu dosen di STIE YPPI Rembang mengatakan, kegiatan pelatihan itu dalam rangka program pengabdian dosen yang rutin diadakan setiap tahun.

Kegiatan pelatihan itu sudah dimulai sejak 22 September 2020, dan akan selesai pada 22 November mendatang, atau selama satu bulan.

“Ibu-Ibu Desa Jolotundo dilatih membuat jamu tradisional, dimana pelatihnya pengusaha minuman Jamu Iqtija-Pamotan Ibu Umi Salamah. Setelah pelatihan dilakukan, tim pengabdian STIE YPPI Rembang melakukan pendampingan.

Diawali dari kegiatan pelatihan manajemen dan praktik membuat minuman jamu yang diselenggarakan pada 22 September 2020 lalu. Kami juga memfasilitasi adanya botol kemasan yang menarik untuk menambah nilai jual, serta membantu dalam proses pemasaran,” terang Aliyah.

Aliyah mengungkapkan, banyak masyarakat yang tertarik untuk memproduksi minuman jamu tradisional setelah mengikuti pelatihan, karena menurut mereka dapat menjadi alternatif untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

“Beberapa warga yang telah mengikuti pelatihan ingin dan berani memproduksi jamu. Ternyata respon masyarakat terhadap produk minuman jamu yang dibuat oleh ibu-ibu Desa Jolotundo dapat diterima masyarakat.

Harapan dari kami dan juga pihak Desa Jolotundo, produk jamu buatan ibu-ibu ini dapat menjadi produk unggulan desa,” imbuhnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan