Belum Ada Tersangka dalam Kasus SPBU Galonan

Senin, 24 Juni 2013 | 16:58 WIB
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di samping Mapolres Rembang nekat menimbun sekitar 30.000 liter bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar. (Foto:Wahyu)

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di samping Mapolres Rembang nekat menimbun sekitar 30.000 liter bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar. (Foto:Wahyu)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pihak Kepolisian Resor Rembang masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang terkait kasus penimbunan 30.000 liter bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh SPBU Galonan Rembang.

Kapolres Rembang Ajun Komisaris Besar Polisi Adhy Fandy Ariyanto, Senin (24/6) siang mengatakan pihaknya kini masih menunggu hasil keterangan resmi dari Pertamina.

Kapolres mengungkapkan, dugaan sementara terkait kasus penimbunan 21.000 liter premium dan 9.000 liter solar di SPBU Galonan itu masih sebatas pelanggaran operasional.

Untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut, pihaknya mengaku harus memeriksa saksi ahli dari Pertamina. Ia menegaskan belum ada tersangka dalam kasus penimbunan bahan bakar minyak menjelang kenaikan BBM, Jumat malam 21 Juni lalu.

Sebelumnya, Pertamina melalui Asisten Manajer External Relation Region IV Jateng-DIY Heppy Wulansari menyatakan mengganjar SPBU Galonan dengan sanksi berupa skorsing pengiriman BBM bersubsidi selama tiga bulan terhitung 24 Juni 2013.

Selain itu, Pertamina juga menghitung sisa BBM di tangki pendam dengan harga baru, sehingga pihak SPBU wajib membayar selisih harga tersebut. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan