H-5 Lebaran, Belum Ada Lonjakan Pemudik di Pantura Rembang

Sabtu, 3 Agustus 2013 | 15:58 WIB
Jalan Diponegoro Rembang  (Foto:Rif)

Jalan Diponegoro Rembang (Foto:Rif)

KALIORI, MataAirRadio.net – Arus mudik pada H-5 Lebaran atau pada Sabtu (3/8) pagi di Jalur Pantura Rembang belum menunjukkan tanda-tanda lonjakan lalu lintas pemudik.

Pemudik yang melintas di Jalur Pantura mulai Kaliori hingga Kota Rembang misalnya, masih terpantau sepi. Umumnya, pemudik datang dari arah Jakarta dengan menggunakan mobil atau kendaraan pribadi. Sementara pemudik bersepeda motor dan yang dari arah Surabaya masih sangat minim.

Demikian juga dengan angkutan pemudik. Dari pantauan di Terminal Tipe IIB Rembang, mayoritas penumpang masih berasal dari lokal seperti Semarang dan sekitarnya.

Arif Sudarto, petugas di Terminal Rembang menyatakan, memang belum ada lonjakan arus mudik. Suasana terminal juga terpantau sepi. Menurut Arif, lonjakan penumpang yang merupakan pemudik Lebaran diperkirakan terjadi pada 5 Agustus 2013 atau H-3 Lebaran.

Pihak pengendali pos pengamanan arus mudik Lebaran di kawasan Terminal Rembang mengonfirmasi, arus lalu lintas di Jalur Pantura setempat, masih landai lancar.

Menurut Iptu Kusnan, Kepala Pengendali Pos II Rembang menyebutkan, nyaris tidak ada kepadatan di Jalur Pantura Rembang. Pihaknya mengimbau pemudik yang sudah merasakan lelah di perjalanan, agar memanfaatkan “rest area” yang ada di sepanjang Pantura Rembang.

Mengenai jumlah kendaraan yang melintas, pihaknya mengaku belum merekapnya. Apalagi jumlah kendaraan pemudik dihitung mulai Sarang hingga Kaliori.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, oprit Jembatan Karanggeneng sudah dilalui pesepeda motor. Baik beton di sisi kanan dan kiri Jembatan Karanggeneng, telah dilintasi sepeda motor karena memang ada rambu yang mempersilakannya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan