Sopir Ngantuk, Pejalan Kaki Tewas Terseret Truk

Sabtu, 4 Agustus 2012 | 06:37 WIB
Truk bermuatan baja ringan yang menabrak seorang pejalan kaki di kawasan trotoar Alun-Alun Rembang, Sabtu (4/8) pagi. (Foto: Pujianto)

KOTA – Seorang pejalan kaki yang tengah berdiri di trotoar jalan Pantura dekat Alun-Alun Rembang, tewas mengenaskan setelah sebuah truk tronton bermuatan baja ringan menyapunya, Sabtu (4/8) pagi tadi pukul 05.00 WIB.

Identitas korban yang seorang pria itu hingga berita ini diturunkan belum diketahui. Hanya, kesimpulan sementara polisi, korban bukan seorang gelandangan. Sebab, korban yang memiliki ciri-ciri antara lain berusia sekitar 40 tahun, bertinggi badan sekitar 165 centimeter, berambut kriting, mengenakan sarung berwarna hitam kotak-kotak dan berjaket warna hijau itu, terbilang berkulit bersih.

Polisi sempat menduga korban adalah warga sekitar Alun-Alun yang sedang perjalanan pulang dari menunaikan salat subuh di Masjid Agung Rembang. Namun, setelah polisi berkoordinasi dengan kepala desa/lurah di sekitar, belum ditemukan warga yang kehilangan anggota keluarganya.

“Kami sudah membuat pengumuman atas kejadian ini melalui media radio. Namun sejauh ini belum ada konfirmasi dari keluarga korban,” kata Kepala Satlantas Polres Rembang, AKP Dudi Pramudia.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, kejadian bermula ketika sebuah truk tronton bernomor polisi L9451UQ melaju kencang dari arah Surabaya.

Truk tronton itu dikemudikan kenek bernama Mas’ud Fauzi (25), warga RT 6 RW 3 Desa sumber, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, sejak dari Sarang lantaran sang sopir utama, Didik Supriyanto (36), warga RT 8 RW 8 Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, sedang mengantuk.

Namun, truk yang diketahui berangkat dari Surabaya pada Jumat(3/8) pukul 23.00 WIB itu justru terlihat oleng ke kiri dan menyapu seorang pejalan kaki sesampainya di kawasan dekat Alun-Alun Rembang dan menyeretnya hingga sepanjang 25 meter dan tewas.

“Kenek yang menggantikan sopir utama itu mengaku mengantuk sebelum akhirnya menabrak korban. Ia tak menyadari telah menabrak seseorang sebelum akhirnya warga terdekat menghentikan laju armadanya,” kata AKP Dudi.

Mas’ud  langsung ditahan di tahanan Makolantas Rembang. Sedangkan korban masih disemayamkan di kamar mayat RSUD dr R Soetrasno Rembang. “Kami akan menanti keluarga korban hingga 2×24 jam. Jika tidak ada, maka korban akan dikebumikan,” kata Kasatlantas. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan