Satu Desa Satu Polisi Diujicobakan

Kamis, 2 Februari 2012 | 08:23 WIB


LASEM – Kepolisian Resor Rembang mengujicobakan program satu desa satu polisi di wilayah Polsek Lasem antara lain menyusul tingginya angka kriminalitas di daerah itu belakangan ini.

Kapolres Rembang Ajun Komisaris Besar Polisi Adhy Fandy Ariyanto, Kamis (2/2) mengatakan, Kecamatan Lasem dipilih sebagai ‘pilot project’ program tersebut karena memiliki sejumlah karakteristik.

”Jumlah desa di Kecamatan Lasem mencapai 20 desa. Selain itu, masyarakat Lasem heterogen,” kata dia.

Kapolres menyebutkan dalam program satu desa satu polisi tersebut, Polres Rembang menambah sebanyak 11 orang personel baru di Lasem.

“Di Lasem saat ini ada sembilan orang personel tetap. Untuk memenuhi jumlah 20 desa, kami ambilkan 11 orang aparat dari Polres ataupun Polsek terdekat untuk mengisi kekurangannya,” kata dia.

Menurut dia, berbeda dengan daerah lain, program satu desa satu polisi di Kabupaten Rembang masih berupa ‘pilot project’ sebab personel yang ada di Rembang tidak mencukupi.

“Jumlah personel kami hanya 600-an orang. Sementara desa yang harus di-‘cover’ sebanyak 294. Tentu sulit dilakukan. Karena itu, program ini saat ini berupa pilot project dan dilaksanakan di Lasem,” kata dia.

Ia menjelaskan, aparat yang berada di desa dalam satu tahun ini diminta untuk mengkoordinasikan keamanan dengan semua pemangku kepentingan di desa.

“Personel telah kami serahkan ke desa untuk berkoordinasi dengan tokoh desa. Kami harap kehadiran satu polisi di desa itu bisa membuat wilayah Lasem semakin kondusif,” kata dia.

Kapolres menyebutkan program satu desa satu polisi tersebut akan diujicobakan selama satu tahun di wilayah Lasem. “Apabila program tersebut berjalan bagus, maka bisa dikembangkan di kecamatan lain sembari menanti kesiapan personel. Sebaliknya jika tidak berjalan baik, program satu desa satu polisi tersebut akan dikaji ulang,” kata dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan