Puluhan Unit Kios Pasar Kedungasem Belum Laku

Minggu, 5 Februari 2012 | 01:33 WIB

SUMBER – Sedikitnya 68 unit kios Pasar Kedungasem, Kecamatan Sumber masih kosong alias belum laku lantaran sejumlah pedagang menilai harga yang ditawarkan investor terlalu tinggi.

Seorang pedagang berasal dari desa setempat, Yitno, Sabtu (4/2) mengatakan, dirinya kini memilih berjualan di salah sudut los, karena harganya lebih murah. “Untuk membeli kios, kami angkat tangan,” kata dia.

Kios deretan depan ukuran 3 x 3 meter bagi pedagang lama dipatok Rp32.500.000, sedangkan pedagang baru mencapai Rp42 juta. Adapun Kios 3 x 2 meter bagian dalam, seharga lebih dari Rp19juta.

Para pedagang termasuk dirinya awalnya sempat mempertanyakan kepada investor mengenai harga kios. “Saat itu kami berujar kalau tidak diturunkan, kami pesimistis akan bisa laku. Ternyata setelah pembangunan selesai, demikian juga yang terjadi,” kata dia.

Miftahurrohmah, pedagang lainnya mengatakan, Pasar Kedungasem hanya pasar desa dan hanya beroperasi tiga kali dalam seminggu, masing-masing pada Senin, Rabu, dan Sabtu.

“Itupun pasar sudah mulai sepi saat mendekati pukul 10.00 WIB. Kalau harga kios mahal, tentu pedagang akan berhitung dengan pendapatan mereka yang cenderung rendah. Berbeda dibandingkan pasar di daerah perkotaan, daya belinya cenderung lebih tinggi,” kata dia.

Sebagaimana Yitno, Miftahurrohman kini membuat lapak sendiri di dalam los pasar. “Meski setiap hari harus bongkar pasang barang dagangan, tidak masalah bagi kami,” kata dia.

Salah seorang petugas pemasaran los atau kios Pasar Kedungasem, Subhi mengatakan, sejauh ini sudah ada 14 unit kios yang laku, namun dirinya mengaku tidak hafal di blok mana saja. “Soal akan menurunkan harga, itu wewenang pimpinan,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan